Kemhan Pastikan Peserta SPPI yang Meninggal Bukan karena TBC

AKURAT.CO Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 yang meninggal dunia saat mengikuti latihan bela negara dan manajerial atau latihan dasar militer (Latsarmil) tidak meninggal akibat Tuberkulosis (TBC).
Tim Kesehatan (Puskes TNI) Letkol CKM dr. Ikhsan, mengatakan, hasil evaluasi medis menunjukkan penyebab kematian peserta adalah pneumonia atau infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus, bukan TBC.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi tim kesehatan, penyebabnya bukan TBC, melainkan pneumonia atau infeksi paru-paru akibat virus," kata Ikhsan dalam konferensi pers di Kantor Kemhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai standar operasional prosedur (SOP) sebelum mengikuti pendidikan. Pemeriksaan meliputi tes laboratorium, pemeriksaan fisik, rontgen, hingga USG.
Menurutnya, hasil pemeriksaan awal tidak menemukan peserta yang mengidap TBC. Sebab, penyakit tersebut termasuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk mengikuti program SPPI.
"Pada saat pemeriksaan rontgen tidak ditemukan TBC. TBC merupakan penyakit yang tidak memenuhi syarat, sehingga tidak ada peserta dengan TBC yang dinyatakan lulus seleksi kesehatan," ujarnya.
Ikhsan menambahkan, kondisi kesehatan seseorang dapat berubah dipengaruhi berbagai faktor, seperti daya tahan tubuh, cuaca, maupun infeksi virus yang muncul setelah proses seleksi.
"Kondisi kesehatan setiap orang berbeda-beda. Penyakit bisa berkembang sesuai kondisi fisik dan lingkungan masing-masing," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan proses seleksi kesehatan telah dilakukan sejak awal oleh Panitia Seleksi Nasional.
Baca Juga: Persija Resmi Datangkan Victor Dethan, Dikontrak untuk 2 Musim
Namun, beberapa penyakit memang tidak selalu dapat terdeteksi pada tahap pemeriksaan awal.
"Proses seleksi kesehatan sudah dilakukan sejak awal. Namun, di lapangan memang ada penyakit yang baru terdeteksi kemudian," ujarnya.
Ketut menjelaskan, setelah insiden tersebut, satuan pendidikan di Halim Perdanakusuma langsung melakukan pelacakan terhadap seluruh peserta dan penyelenggara pelatihan.
Langkah tersebut diikuti dengan klasterisasi serta pemeriksaan medis lanjutan.
"Seluruh peserta dan penyelenggara langsung dilakukan tracing, kemudian klasterisasi dan penanganan medis lebih lanjut," katanya.
Ia mengungkapkan, sejumlah peserta yang terindikasi terpapar virus telah dipisahkan dari kelompok utama sebagai langkah pencegahan.
Meski demikian, kondisi mereka dipastikan stabil dan berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
"Saat ini memang ada beberapa peserta yang dipisahkan karena terindikasi terpapar virus. Namun kondisinya aman dan terkendali," ujarnya.
Ketut juga menegaskan bahwa tahapan pendidikan SPPI saat ini masih berfokus pada pembentukan disiplin dan bela negara. Para peserta belum menjalani latihan fisik berat.
"Kegiatan yang dilakukan masih sebatas senam, jalan, peraturan baris-berbaris (PBB), dan peraturan penghormatan militer (PPM). Belum ada latihan fisik berat," jelasnya.
Setelah tahapan pembentukan disiplin selesai, peserta akan mengikuti materi manajerial yang berkaitan dengan pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Kementerian Koperasi serta Kampung Nelayan Merah Putih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Pendidikan ini dilaksanakan secara bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan hingga peserta memasuki materi manajerial sesuai program pemerintah," tegas Ketut.
Baca Juga: Rekonstruksi Wajah Yuvita
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat









