Peserta SPPI Meninggal Dunia Jadi Tiga Orang, Kemhan Perketat Pengawasan Kesehatan

AKURAT.CO Kementerian Pertahanan menyampaikan belangsungkawa atas meninggalnya Novia Rahmadhani Sihotang, peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) di Satdik Pusbahasa Kodiklatau.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan saat ini tim panitia terus melakukan evaluasi dalam pelaksanaan program secara menyeluruh. Mulai dari seleksi kesehatan sampai peningkatan pengawasan kesehatan selama pendidikan.
"Saat ini Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, khususnya penguatan proses seleksi kesehatan, deteksi dini kondisi medis peserta, peningkatan pengawasan kesehatan selama pendidikan, serta penyempurnaan prosedur penanganan peserta," kata Rico, dikutip Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: Bukan Latihan Militer, Calon Pengelola Kopdes Merah Putih Lebih Butuh Pelatihan Manajemen
Berdasarkan laporan yang diterima, Novia mengalami gangguan kesehatan dan langsung ditangani oleh tim panitia bagian kesehatan untuk langsung mendapatkan penanganan sebelum akhirnya dirujuk.
Setelah mendapatkan penanganan intensif, tim dokter menyatakan bahwa Novia meninggal dunia disebabkan adanya penyakit Tuberkulosis (TB) pada 23 Juni 2026.
Baca Juga: Peserta Latsarmil SPPI Meninggal Dunia, Dave Laksono Desak Pemerintah Evaluasi Total
"Meskipun telah mendapatkan penanganan medis secara intensif, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia,” kata dia. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB)," jelasnya.
Atas kejadian ini, pengawasan kesehatan peserta menjadi prioritas utama penyelenggara. Sebelumnya, disampaikan bahwa sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan.
Sejak munculnya keluhan kesehatan, tim medis satuan dan rumah sakit telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
"Keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan program," ucap Rico.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








