Genjot Ekonomi Rakyat, Mendagri Ajak Masyarakat di Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengimbau daerah untuk menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, perhelatan olahraga tersebut bakal menggerakkan perekonomian.
Berdasarkan pengalamannya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki kecintaan yang besar terhadap sepak bola, termasuk kompetisi internasional.
Antusiasme tersebut biasanya semakin meningkat saat gelaran Piala Dunia berlangsung, bahkan menjadi tradisi yang dirayakan secara meriah oleh masyarakat.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Bisa Ditonton di Mana? Ini Cara Nonton Gratis dan Live Streaming Resmi!
"Saya pernah dinas di Indonesia bagian timur pernah jadi Kapolda di Papua, saya pun ngikutin di sana tuh lebih ramai lagi (perayaan Piala Dunianya)," kata Tito, dikutip Sabtu (13/6/2026).
Dia menjelaskan, sejumlah aktivitas ekonomi yang muncul selama pertandingan berlangsung, seperti produksi atribut pendukung, penjualan jersey, penyelenggaraan nonton bareng, hingga aktivitas pelaku usaha kuliner.
Menurutnya, kegiatan nobar yang tersebar di berbagai daerah dapat menjadi sarana bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan.
Selain itu, berbagai bentuk perayaan yang dilakukan masyarakat selama mendukung tim favoritnya juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi lokal.
Di lain sisi, dirinya mengapresiasi keberhasilan TVRI memperoleh hak siar pertandingan Piala Dunia 2026. Capaian tersebut merupakan peluang besar bagi TVRI untuk memperkuat branding sebagai media arus utama.
Baca Juga: Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI Momentum Hidupkan Ekonomi Rakyat
"Kita akan sampaikan kepada seluruh daerah untuk memperbanyak nonton bareng memanfaatkan memancing UMKM untuk bergerak dan lain-lain, tapi tetap harus menjaga keamanan dan ketertiban," jelasnya.
Diketahui, Piala Dunia 2026 berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Seluruh rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 akan disiarkan secara penuh oleh TVRI, dan dapat diakses tanpa biaya premium oleh seluruh lapisan masyarakat.
Melalui jaringan terestrial digital (Free-to-Air) di kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport, penonton dari wilayah perkotaan hingga pelosok daerah dapat menyaksikan total 104 pertandingan mulai dari fase grup hingga babak final hanya dengan menggunakan antena TV biasa atau Set Top Box (STB).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








