Temuan Ketimpangan Program MBG Jadi Faktor Evaluasi Kepala BGN

AKURAT.CO Temuan berbagai ketimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi salah satu faktor yang mendasari evaluasi Presiden Prabowo Subianto terhadap pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala Kantor Staf Presiden, Dudung Abdurachman, mengatakan Presiden telah menerima berbagai informasi dan masukan dari banyak sumber, sebelum akhirnya memutuskan mengganti Kepala BGN Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN.
"Kemarin saya dengar memang bahwa Kepala BGN itu dicopot oleh Bapak Presiden. Saya punya keyakinan bahwa Bapak Presiden sudah lama mendengar informasi, mencermati, menganalisa, mengevaluasi berbagai sumber yang masuk ke beliau," kata Dudung kepada wartawan usai rapat bersama Komisi XIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Selain itu, keputusan pergantian pimpinan BGN merupakan langkah yang diambil Presiden Prabowo untuk mencegah praktik korupsi dan menyelewengkan uang rakyat.
"Sehingga langkah yang tepat, saya yakin ini untuk perbaikan ke depannya sehingga di BGN itu semakin transparan, akuntabel dan betul-betul keinginan Bapak Presiden bahwa ini uang rakyat yang harus betul-betul dikawal," ujarnya.
Dia menegaskan, Presiden Prabowo tidak menginginkan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan program unggulan tersebut.
"Tidak ada terjadinya korupsi, tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan, tetapi betul-betul Bapak Presiden menginginkan bahwa ini untuk kepentingan rakyat," katanya.
Sebelumnya dirinya sempat menemukan sejumlah ketimpangan saat melakukan inspeksi mendadak ke lapangan, termasuk dugaan praktik jual beli titik dapur dalam pelaksanaan program MBG. Namun, informasi yang diterima Presiden tidak hanya berasal dari temuan KSP.
"Ya, kemungkinan besar seperti itu, banyak lah informasi-informasi ke beliau. Saya rasa ke Presiden yang nyampe bukan tidak serta merta dari temuan saya di lapangan tetapi dari banyak sumber lah. Saya yakin," ujarnya.
Baca Juga: Mensesneg Minta Publik Hormati Proses Hukum Terkait Kabar Penggeledahan Kantor BGN
Dudung mengaku telah menemukan sejumlah persoalan saat melakukan sidak sekitar satu bulan lalu. Meski demikian, dia menekankan banyak pula aspek positif yang telah dikerjakan BGN selama ini.
"Kalau saya kan dulu sudah sebulan yang lalu mungkin saya sidak ke lapangan ada hal-hal ketimpangan, dan tapi yang baiknya juga banyak ya," katanya.
Meski begitu, Presiden menginginkan pelaksanaan program MBG berjalan semaksimal mungkin tanpa adanya penyimpangan sekecil apa pun. Sebab ini merupakan uang rakyat, sehingga harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen








