Bakom: Tak Ada Pernyataan Pemerintah Soal Kunjungan Presiden ke Italia

AKURAT.CO Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, menegaskan pemerintah tidak pernah mengumumkan agenda kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Italia, dalam rangkaian lawatan luar negeri terbarunya.
Sejak awal pemerintah hanya menyampaikan agenda resmi kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis. Karena itu, dia meminta publik merujuk pada informasi resmi yang disampaikan pemerintah.
"Sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Jadwal resmi memang hanya ke Prancis," kata Qodari dalam konferensi pers PT Danantara Sumberdaya Indonesia, di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga: Pulang dari Prancis, Prabowo Bawa Kesepakatan Rp57 Triliun dan Kemitraan Strategis Baru
Dia menjelaskan, apabila dalam perjalanan terdapat kemungkinan agenda ke negara lain, hal tersebut masih sebatas rencana dan belum dapat dianggap sebagai agenda resmi sebelum diumumkan pemerintah.
"Bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," ujarnya.
Selain itu, kunjungan kenegaraan Prabowo ke Prancis telah diumumkan jauh hari oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono, tepatnya pada 22 April 2026. Kunjungan tersebut merupakan balasan atas lawatan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada tahun sebelumnya.
"Nota bene sebetulnya kunjungan terakhir ini adalah state visit yang merupakan balasan terhadap kunjungan dari Presiden Prancis, Macron, ke Indonesia pada tahun sebelumnya," kata Qodari.
Baca Juga: Momen Hangat Prabowo di Paris, Sempat Foto Bareng Pengawal Prancis Sebelum Pulang ke RI
Dia menegaskan, pemerintah selalu menyampaikan agenda kunjungan presiden secara terbuka dan masyarakat dapat merujuk pada pengumuman resmi yang telah disampaikan sebelumnya.
Sebelumnya, beredar kabar miring di media sosial terutama X, Presiden Prabowo melanjutkan lawatan luar negeri dari Prancis ke Roma, Italia. Namun rencana tersebut batal lantaran ditolak karena tidak ada petinggi negara tersebut yang menyambut.
Selain ke Roma, terdapat pula hoaks yang menyebut Kepala Negara akan berkunjung ke Austria dan Hungaria usai kunjungan ke Prancis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









