Dukung Efisiensi Anggaran, BGN Sesuaikan Distribusi MBG Jadi 5 Hari

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyesuaian pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menjelaskan penyesuaian dilakukan dengan mengubah pola distribusi MBG dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan, mengikuti hari aktif belajar peserta didik di sekolah.
Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan tanpa mengurangi kualitas layanan maupun pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat.
“Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari,” kata Sony, Senin (26/5/2026).
Ia mengatakan langkah tersebut juga menjadi bagian dari penguatan tata kelola operasional Program MBG secara nasional agar distribusi makanan lebih sesuai dengan kebutuhan riil penerima manfaat di lapangan.
Selain mendukung efisiensi anggaran negara, kebijakan itu diharapkan dapat meningkatkan efektivitas distribusi, mengurangi potensi pemborosan, serta menjaga kualitas makanan yang diterima peserta didik.
Menurut Sony, distribusi MBG ke depan hanya dilakukan saat siswa menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG,” ujarnya.
BGN juga menghentikan sistem bundling makanan yang sebelumnya diterapkan ketika terdapat hari libur sekolah di tengah pekan.
Sebelumnya, makanan untuk hari libur dibagikan lebih awal dalam bentuk paket bawaan yang dibawa pulang siswa. Namun, skema tersebut kini tidak lagi digunakan.
“Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur ikut dibagikan dalam bentuk paket bawaan. Nah sekarang sudah tidak lagi,” jelasnya.
Sony menegaskan langkah efisiensi yang dilakukan BGN tidak berdampak pada pengurangan nilai bantuan maupun kualitas layanan pemenuhan gizi kepada penerima manfaat Program MBG.
Menurutnya, efisiensi dilakukan pada aspek tata kelola dan pola distribusi agar penggunaan anggaran negara lebih optimal tanpa mengurangi substansi program.
Baca Juga: Michael Jordan Sampai Noel Gallagher Warnai Pesta Perpisahan Pep Guardiola dengan Manchester City
“Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien,” tegasnya.
BGN memastikan seluruh kebijakan penyesuaian operasional Program MBG tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan pelayanan gizi, akuntabilitas program, serta optimalisasi manfaat bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










