Jelang Armuzna, Kemenhaj Perketat Layanan dan Penataan Jemaah Haji

AKURAT.CO Pemerintah memastikan fase keberangkatan dan kedatangan jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M telah berjalan dengan baik.
Saat ini, Kementerian Haji dan Umrah RI memfokuskan seluruh persiapan pada puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), dengan penguatan layanan dan kesiapan petugas di lapangan.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan seluruh unsur layanan kini diarahkan untuk memastikan kesiapan teknis, operasional, dan perlindungan jemaah menjelang fase krusial tersebut.
“Alhamdulillah, fase keberangkatan jemaah haji Indonesia telah selesai dan terlaksana dengan baik. Saat ini, Kemenhaj bersama seluruh instansi terkait mengalihkan fokus penuh pada persiapan puncak haji di Armuzna. Seluruh layanan diarahkan agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tertib, aman, dan terlindungi,” ujar Maria, Sabtu (23/5/2026).
Ia menegaskan seluruh petugas haji telah disiapkan untuk mendampingi jemaah selama puncak ibadah.
Para petugas diminta bekerja cepat, bertanggung jawab, serta mengedepankan empati dalam pelayanan.
Baca Juga: Prabowo: Kekayaan Alam Harus Dinikmati Seluruh Rakyat, Bukan Segelintir Pihak
“Petugas haji kita bekerja tanpa mengenal lelah. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi layanan, tetapi juga hadir sebagai pendamping dan pelindung jemaah. Setiap kebutuhan harus direspons cepat dengan simpati dan empati,” katanya.
Salah satu fokus utama persiapan Armuzna adalah penataan tenda jemaah di Arafah dan Mina.
Kemenhaj telah melakukan penandaan tenda berbasis kloter hingga nama jemaah, sekaligus menertibkan atribut tidak resmi yang dipasang oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi jemaah lebih tertib dan setiap jamaah memperoleh hak layanan sesuai penempatan.
“Penandaan tenda ini penting untuk memperkuat ketertiban layanan. Dengan sistem berbasis kloter dan nama jemaah, pergerakan lebih mudah dikendalikan dan tidak ada yang kehilangan haknya. Kami juga menegaskan agar KBIHU tidak memasang atribut di tenda, baik di Arafah maupun Mina,” jelasnya.
Maria menambahkan, pemerintah tidak segan mencabut izin KBIHU yang tidak mematuhi ketentuan tersebut.
Selain itu, skenario pergerakan jemaah juga telah disiapkan secara rinci, mulai dari keberangkatan dari hotel ke Arafah pada 8 Dzulhijjah, lanjut ke Muzdalifah, hingga penempatan di Mina.
Pengaturan ini dinilai krusial karena melibatkan mobilitas besar dalam waktu terbatas.
“Seluruh skenario pergerakan telah disiapkan secara ketat. Kami ingin memastikan proses berjalan tertib, aman, dan mengutamakan keselamatan jemaah,” ujarnya.
Ia juga mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan, menghemat energi, serta mengikuti arahan petugas selama rangkaian puncak ibadah.
“Kami mengajak jemaah fokus menjaga kondisi fisik dan mengikuti arahan petugas. Kedisiplinan menjadi kunci kelancaran ibadah di puncak haji,” tutup Maria.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








