Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana Harus Disertai Sistem Siaga Darurat

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menilai, langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mengalokasikan anggaran revitalisasi sekolah terdampak bencana di wilayah Sumatra merupakan upaya penting untuk menjaga keberlangsungan pendidikan di daerah terdampak.
Sebelumnya, Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran lebih dari Rp2,9 triliun untuk merevitalisasi 3.084 bangunan sekolah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menurut Kurniasih, percepatan revitalisasi sekolah dan penyaluran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan, khususnya di wilayah pascabencana.
“Langkah yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan upaya yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana. Pendidikan harus tetap berjalan agar proses belajar siswa tidak mengalami hambatan berkepanjangan,” ujar Kurniasih dalam keterangan pers, Jumat (22/5/2026).
Ia menilai proses pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur sekolah, tetapi juga harus memperhatikan penguatan sistem pendidikan yang tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
Karena itu, Kurniasih mengusulkan agar revitalisasi sekolah pascabencana diintegrasikan dengan konsep sekolah tangguh bencana.
Menurutnya, pembangunan sarana pendidikan perlu mempertimbangkan aspek keamanan konstruksi, kesiapsiagaan bencana, serta sistem pembelajaran yang tetap fleksibel dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Purbaya: Global Bond RI Tetap Diburu Investor di Tengah Gejolak Dunia
Selain itu, ia juga mendorong Kemendikdasmen memperkuat pemetaan risiko bencana di lingkungan sekolah sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan di wilayah rawan bencana.
“Setiap sekolah di daerah dengan potensi risiko tinggi perlu memiliki protokol kesiapsiagaan yang terstandar, termasuk simulasi kebencanaan yang dilakukan secara berkala,” katanya.
Kurniasih juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan pembelajaran darurat dan dukungan psikososial bagi siswa agar proses pendidikan tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga dari sisi kesiapan mental peserta didik.
“Selain pembangunan fisik, penguatan kapasitas guru, dukungan psikososial bagi peserta didik, dan model pembelajaran darurat perlu terus dikembangkan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi yang dapat digunakan sebagai alternatif ketika kegiatan belajar tatap muka terganggu akibat situasi darurat.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi pendidikan dapat menjadi solusi untuk menjaga akses belajar peserta didik tetap berjalan dalam berbagai kondisi.
Kurniasih juga menilai kolaborasi antara Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan akan mempercepat proses pemulihan pendidikan secara menyeluruh.
Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan Asta Cita Presiden dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.
“Dengan sinergi yang kuat, proses pemulihan ini diharapkan bukan hanya memulihkan kondisi sekolah, tetapi juga menghadirkan sistem pendidikan yang semakin kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tegasnya.
Baca Juga: Purbaya: Ekonomi Indonesia Siap Digerakkan Dua Mesin Utama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










