Kronologi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Berawal dari Taksi Mogok

AKURAT.CO Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, membeberkan ilustrasi kronologi kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
Kecelakaan maut yang menewaskan belasan korban tersebut sampai saat ini masih ditelusuri penyebabnya.
Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, dia menjelaskan insiden bermula dari sebuah taksi yang mogok di tengah rel, sebelum akhirnya terjadi temperan dan memicu kerumunan warga di lokasi.
"Berikut kami tayangkan video ilustrasi terjadinya kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur," kata Dudy saat memaparkan kronologi kejadian, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Saat itu, KA Commuter Line 5568A tiba di Stasiun Bekasi pukul 20.34 WIB, lebih cepat satu menit dari jadwal. Sementara KA Sawunggalih 116B tiba pukul 20.35 WIB dalam kondisi terlambat lima menit dan sempat berhenti untuk menaikkan penumpang.
Kemudian diberangkatkan kembali pukul 20.37 WIB dan melintasi Bekasi Timur pada pukul 20.39 WIB. Tak lama berselang, sebuah taksi dilaporkan mogok di tengah rel. Pada pukul 20.48 WIB, KA 5181B rute Cikarang-Jakarta melintas dan terjadi temperan dengan kendaraan tersebut.
"Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut," ujarnya.
Di saat bersamaan, KA Commuter Line 5568A yang sudah mengalami keterlambatan delapan menit diberangkatkan pukul 20.45 WIB dan tiba di Bekasi Timur pukul 20.49 WIB. Kereta sempat berjalan, namun kembali berhenti karena adanya kerumunan warga di jalur sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga: Proyek DDT Bekasi Harus Dipercepat, Komisi V DPR: Tak Perlu Tunggu Rekomendasi KNKT
Selanjutnya, KA Argo Bromo Anggrek melintasi Stasiun Bekasi pukul 20.51 WIB dengan kecepatan sekitar 108 kilometer per jam, lebih cepat tiga menit dari jadwal.
"Tumburan terjadi pada jam 20.52," kata Dudy.
Meski telah memaparkan ilustrasi awal kejadian, pemerintah tetap menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang saat ini masih berlangsung oleh KNKT, dan mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional, serta transparan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









