Hendri Satrio: Kedatangan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad ke BEI Bisa Jadi Sinyal Penting untuk Pasar

AKURAT.CO Langkah Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mendatangi Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa dibaca sebagai sinyal yang menarik di tengah perhatian publik terhadap kondisi pasar.
Pengamat politik Hendri Satrio menyadari bahwa kehadiran pimpinan DPR di BEI memunculkan rasa penasaran. Namun, menurutnya, langkah itu juga bisa dimaknai sebagai upaya menunjukkan bahwa negara ikut hadir memperhatikan kondisi pasar.
"Kalau dilihat sekilas memang agak tidak biasa, tapi DPR datang ke BEI bisa jadi punya pesan tertentu, dan itu bisa saja dibaca sebagai sinyal bahwa ada perhatian terhadap situasi pasar," jelas Hendri, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai, dalam komunikasi publik, langkah seperti ini akan lebih kuat jika dijelaskan dengan baik agar masyarakat memahami maksudnya.
Menurut Hendri jika memang tujuannya untuk memantau kesiapan menghadapi penilaian lembaga seperti MSCI, maka pesan itu bisa menjadi penting bagi pasar dan publik.
Baca Juga: Dasco: Presiden Prabowo Sampaikan Langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR
"Kalau memang ingin memberi sinyal ke pasar, ya itu bagus. Tinggal bagaimana menjelaskannya ke publik supaya konteksnya lebih jelas dan tidak menimbulkan tanda tanya yang berlebihan," katanya.
Hendri juga mengaitkan momen itu dengan agenda Presiden Prabowo Subianto di DPR yang memuat penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal atau KEM-PPKF RAPBN 2027.
Menurutnya, dua agenda itu bisa dibaca sebagai rangkaian pesan yang menunjukkan bahwa pemerintah dan DPR sedang sama-sama memberi perhatian pada arah kebijakan ekonomi.
"Kalau dibaca bersama, langkah Dasco dan agenda presiden di DPR itu bisa saling menguatkan. Artinya ada pesan bahwa negara sedang menyiapkan diri dengan serius, baik dari sisi politik maupun dari sisi pasar," ujarnya.
Hendri menambahkan, langkah seperti ini bisa saja tepat tetapi tetap harus diiringi dengan komunikasi yang baik. Tanpa itu, pesan positif yang ingin disampaikan justru bisa kehilangan makna.
Baca Juga: Lepas Kloter Perdana, Dasco: Negara Pastikan Layanan Jemaah Haji Makin Baik
"Hal seperti ini bagus kalau komunikasinya rapi. Jadi publik tidak hanya melihat gerakannya tapi juga mengerti maksudnya. Kalau itu tercapai, pesannya akan lebih kuat," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







