Program Bedah Rumah Jadi Kunci Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

AKURAT.CO Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal sebagai program bedah rumah dinilai menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
Program ini juga masuk dalam prioritas pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, mengatakan, pemerintah menargetkan pembangunan dan perbaikan hingga 3 juta rumah layak huni sampai tahun 2029.
Setiap tahunnya, program BSPS ditargetkan menjangkau sekitar 400 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di seluruh Indonesia.
“BSPS ini merupakan program stimulan, bukan bantuan penuh. Pemerintah hadir untuk mendorong masyarakat agar ikut berpartisipasi memperbaiki rumahnya secara mandiri,” kata Sari, Kamis (14/5/2026).
Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, setiap unit rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta.
Rinciannya, Rp17,5 juta dialokasikan untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja.
Sari menjelaskan, dana bantuan tidak diberikan langsung kepada penerima manfaat, melainkan disalurkan kepada penyedia material dan tenaga kerja guna memastikan transparansi penggunaan anggaran.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Blueprint Bawa Kuliner Lokal ke Mancanegara
Ia menegaskan, program BSPS mengedepankan semangat gotong royong.
Apabila kebutuhan renovasi melebihi nilai bantuan, masyarakat didorong menambah biaya secara swadaya.
“Tujuan akhirnya bukan hanya memperbaiki rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Rumah layak huni berdampak langsung pada kesehatan keluarga, lingkungan yang lebih sehat, hingga produktivitas ekonomi,” ujarnya.
Sari memastikan pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan program BSPS agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Tahun ini, alokasi BSPS di Pulau Lombok mencapai 1.400 unit rumah, dengan sekitar 350 unit berada di Lombok Timur.
Ia juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang melanjutkan berbagai program pro-rakyat dari pemerintahan sebelumnya.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci menjaga stabilitas pembangunan sekaligus mempercepat pencapaian target nasional.
“Jika program ini berjalan optimal dan merata, maka cita-cita menuju NTB mandiri bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









