Pemerintah Diminta Jaga Keseimbangan Disiplin Fiskal dan Perlindungan Sosial di Tengah Krisis Global

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti dampak konflik geopolitik dan geoekonomi di kawasan Timur Tengah terhadap kondisi perekonomian nasional. Menurutnya, ketegangan di jalur strategis Selat Hormuz kini mulai memberikan tekanan nyata terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
Dalam pidatonya pada Pembukaan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, Puan mengatakan konflik di kawasan tersebut tidak lagi sekadar persoalan regional, melainkan telah berdampak langsung terhadap ekonomi nasional.
"Saat ini kita masih berada dalam tekanan besar akibat konflik geopolitik dan geoekonomi di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz yang merupakan salah satu urat nadi perdagangan energi dunia," kata Puan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Trump Desak Xi Jinping Tekan Iran, AS Khawatir Konflik Timur Tengah Picu Krisis Global
Dia menjelaskan, kondisi global tersebut memicu tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi dan bahan bakar minyak, meningkatnya biaya logistik dan distribusi, hingga ancaman terhadap ketahanan energi nasional akibat terganggunya rantai pasok global.
Selain itu, masyarakat dan dunia usaha mulai merasakan kenaikan harga barang yang memiliki komponen impor. Situasi tersebut dinilai berpotensi memicu inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat.
"Kondisi ini juga memperbesar beban pelaku usaha, khususnya sektor industri, transportasi, dan UMKM yang sangat sensitif terhadap kenaikan biaya operasional," ujarnya.
Puan menegaskan DPR mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Dukungan itu mencakup upaya menjaga ketahanan energi, pengendalian harga kebutuhan pokok, hingga mitigasi arus keluar modal asing bersama Bank Indonesia.
Baca Juga: BI Wanti-wanti Risiko Krisis Global Makin Cepat Menular
"DPR RI mendukung upaya terbaik pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memastikan perlindungan terhadap masyarakat kecil agar tidak menjadi pihak yang paling terdampak dari gejolak global," tegasnya.
Puan juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal, keberlanjutan pembangunan, dan perlindungan sosial di tengah situasi ekonomi global yang penuh tekanan.
"Pemerintah perlu melakukan konsolidasi fiskal dan konsolidasi prioritas pembangunan nasional, sehingga rakyat tetap mendapatkan haknya untuk menikmati hasil pembangunan," tutup Puan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








