Berkat Sekolah Rakyat, Al-Jabbar Akhirnya Bisa Merasakan Bangku Sekolah di Usia 12 Tahun

AKURAT.CO Kehadiran Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto memberikan kebahagiaan tersendiri bagi seorang anak bernama Al-Jabbar (Al). Di usia 12 tahun, dia akhirnya bisa merasakan bangku sekolah seperti anak-anak lainnya.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengatakan Al-Jabbar merupakan salah satu calon siswa Sekolah Rakyat bersama ratusan anak kurang beruntung lainnya, terutama dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit.
Gus Ipul, sapaan akrabnya, mengatakan Al bahkan berani menyampaikan langsung kondisinya kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Baca Juga: Mensos Pastikan 93 Sekolah Rakyat Tahap II Siap Beroperasi Pertengahan 2026
"Ini salah satu calon siswa Sekolah Rakyat dari Duren Sawit, enggak jauh dari sini, yang kemarin angkat tangan dan menyampaikan langsung kepada Pak Seskab. Secara spontan dia menyatakan nama saya Al-Jabbar, panggilannya Al. Saya usia 12 tahun, tapi saya belum pernah sekolah," cerita Gus Ipul dalam konferensi pers Bakom RI, Kamis (7/5/2026).
Al merupakan anak dari seorang ibu tunggal dan memiliki seorang adik. Ayahnya telah lama meninggal sehingga kondisi ekonomi keluarganya sangat sulit.
"Ayahnya sudah meninggal, status rumahnya juga masih menumpang dan ditemukan pada saat di lampu merah. Dia cerita juga di tengah-tengah dia yang belum pernah sekolah, dia bawa adiknya dan adiknya mau hanya sekolah PAUD, setelah itu dia enggak mau sekolah juga. Padahal Al ingin adiknya bisa sekolah," kata Gus Ipul.
Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin atau yang berada di kelompok desil 1 dan 2. Program ini bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Saat pertama kali dimulai pada 2025, Sekolah Rakyat menampung lebih dari 15 ribu siswa dengan kondisi sosial ekonomi keluarga yang berbeda-beda, tetapi mayoritas berada di garis kemiskinan.
"Pertama, 60 persen orang tua yang bekerja sebagai guru atau penagih harian. 67 persen orang tua berpenghasilan di bawah 1 juta rupiah. 65 persen keluarga memiliki tanggungan di atasnya," jelasnya.
Baca Juga: Mensos Luruskan Pengadaan Sepatu Siswa Sekolah Rakyat Rp700.000
Sementara dari riwayat pendidikannya, terdapat 454 siswa yang tidak atau belum pernah sekolah. Selain itu, 298 siswa tercatat putus sekolah, dan sebagian lainnya bahkan sudah bekerja untuk mencari nafkah.
"Di antara mereka banyak yang hidup bersama orang tua tunggal. Sebagian lagi mereka mengalami kekerasan," pungkasnya.
Pemerintah menargetkan jumlah siswa Sekolah Rakyat mencapai 46 ribu orang sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut diharapkan terus meningkat menjadi 100 ribu siswa pada 2027 dan lebih dari 200 ribu siswa pada 2028.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








