Bappisus Minta Elite Jaga Kekondusifan: Jangan Recoki Negara Kita dengan Hal Sepele

AKURAT.CO Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, meminta seluruh elemen bangsa, terutama para elite dan akademisi, untuk menjaga kekondusifan nasional di tengah upaya pemerintah memacu pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Aries usai melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026). Pertemuan itu secara khusus membahas evaluasi berbagai program strategis yang tengah berjalan.
Dia menekankan, Presiden Prabowo sangat terbuka terhadap segala bentuk aspirasi maupun pandangan dari luar pemerintahan. Menurutnya, ruang demokrasi dan diskusi selalu dibuka lebar bagi siapa saja yang ingin memberikan masukan.
Baca Juga: Misbakhun: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Bukti Tahan Banting di Tengah Tekanan Global
"Ya, kita banyak berdiskusi ya evaluasi dengan berbagai macam program yang sudah berjalan seperti itu. Dan saya mengharap ya kepada seluruh elit bangsa saat ini ya apalagi para akademisi ya, itu para pengamat, Bapak Presiden selalu membuka ruang untuk berkomunikasi, berdemokrasi, berdiskusi ya," ujar Aries kepada awak media.
Kendati demikian, dia memberikan catatan tegas mengenai batasan dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik. Dia meminta publik bisa membedakan antara kritik yang bersifat membangun dengan tindakan yang menjurus pada provokasi atau penghinaan.
Aries mengingatkan agar cara-cara penyampaian pendapat tetap mengedepankan etika yang baik. Hal ini penting agar diskursus publik tetap sehat dan tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu di tengah masyarakat.
"Silakan menyampaikan kritik-kritik dengan cara-cara yang baik ya. Ada kritik, ada penghinaan, ada provokasi. Nah, kita harus tahu masuk di sektor mana ya," tegasnya.
Dia juga menyoroti kondisi global yang sedang tidak menentu akibat konflik di berbagai belahan dunia. Indonesia sejauh ini mampu bertahan dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, meskipun tekanan eksternal sangat kuat.
Dia berharap, kesuksesan menjaga stabilitas ekonomi ini tidak dirusak oleh polemik-polemik kecil yang kontraproduktif. Kerja keras pemerintah dalam membangun infrastruktur dan ekonomi menurutnya memerlukan dukungan serta kekompakan dari seluruh pihak.
"Bangsa kita sedang sibuk membangun dengan situasi perang dunia saat ini. Alhamdulillah ya semuanya ekonomi dalam keadaan baik ya. Jangan direcok-recoki dengan hal-hal yang remeh temeh yang sepele ya. Gitu, marilah kita sama-sama kompak lah apalagi elitnya ya," pungkasnya.
Hal ini seolah menjadi sinyal bagi para pengamat dan politisi untuk lebih fokus pada substansi pembangunan nasional. Pemerintah berharap adanya sinergi yang kuat antara eksekutif dan para pakar demi menghadapi tantangan global ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri








