Hasan Nasbi Jadi Penasihat Khusus Presiden, BRIN: Istana Ingin Narasi Komunikasi yang Empatik dan Solutif

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, resmi memperkuat barisan tim komunikasinya, dengan melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Langkah ini dinilai sebagai respons strategis pemerintah, dalam menghadapi dinamika sosial politik yang kian dinamis dan publik yang semakin kritis terhadap kebijakan negara.
Penunjukan ini dinilai bukan sekadar pengisian jabatan formal. Ada kebutuhan mendesak bagi pemerintah, untuk membangun pola komunikasi yang jauh lebih menyentuh sisi kemanusiaan dan memberikan jawaban konkret atas keresahan masyarakat.
Baca Juga: Jadi Penasihat Khusus Presiden, Hasan Nasbi Siap Perkuat Komunikasi Pemerintah
"Saya pikir penambahan personil di bidang komunikasi menunjukkan pentingnya narasi komunikasi yang empatik dan solutif seiring dengan dinamika sosial politik terkini yang memperlihatkan publik makin kritis," kata Peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, kepada Akurat.co, Kamis (30/4/2026).
Wasisto menekankan bahwa kehadiran seorang penasihat khusus memiliki beban tanggung jawab yang spesifik. Tantangan utama saat ini bukan hanya menyamakan suara di tingkat kementerian, melainkan juga menentukan momentum yang tepat bagi pemerintah untuk memberikan pernyataan resmi kepada publik.
"Yang namanya penasihat khusus tentu memiliki tugas dan kewajiban khusus. Terlebih masalah komunikasi publik ini memang tidak sekedar soal sinergi narasi antar lembaga, namun juga soal kapan otoritas komunikasi itu harus muncul," lanjutnya.
Hasan Nasbi sendiri bukanlah orang baru di lingkaran komunikasi politik Indonesia. Sebelum dipercaya menjadi penasihat khusus, dia telah malang melintang sebagai konsultan politik dan sempat menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO).
Rekam jejak tersebut dianggap menjadi modal kuat bagi Hasan, untuk membantu Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas persepsi publik. Pengalaman panjang di lapangan diprediksi akan memudahkan Hasan dalam memetakan isu-isu sensitif yang perlu segera ditangani oleh Istana.
"Ya tentunya kalau lihat rekam jejaknya soal komunikasi dari konsultan politik, kepala PCO, hingga sekarang penasihat soal komunikasi, semuanya sudah menunjukkan jam terbang dan pengalaman di bidang tersebut," pungkas Wasisto.
Kini, publik menunggu bagaimana efektivitas komunikasi pemerintah di bawah arahan tim baru ini. Keberhasilan Hasan Nasbi sebagai penasihat akan diukur dari sejauh mana narasi pemerintah mampu meredam ketegangan sosial dan menciptakan dialog yang konstruktif antara pemimpin dan rakyatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja







