Pemerintah Salurkan Bantuan Dana untuk Perbaiki 31.007 Rumah Rusak Akibat Bencana Sumatera

AKURAT.CO Pemerintah menyalurkan bantuan perbaikan rumah untuk kategori rumah rusak ringan dan rusak akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Progres penyaluran ini terlihat dari gelontoran dana bantuan perbaikan rumah yang meningkat di setiap pekan, untuk percepatan perbaikan rumah penyintas bencana yang rusak ringan dan rusak sedang.
"Adapun rinciannya, di Aceh bantuan perbaikan rumah telah menjangkau 15.192 unit rumah rusak ringan dan 11.069 unit rumah rusak sedang dengan total nilai bantuan Rp559,950 miliar," kata Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga: Krisis Air Bersih Pascabencana: Dari Krisis ke Harapan, Peran Adira Finance Hadirkan Solusi Nyata
Di Sumut, bantuan telah disalurkan kepada 2.332 rumah rusak ringan dan 1.228 rumah rusak sedang dengan total nilai bantuan Rp71.820 miliar. Sementara di Sumbar, bantuan telah diberikan kepada 811 unit rumah rusak ringan dan 375 rumah rusak sedang dengan total nilai Rp23,415 miliar.
Dengan total Rp 655,18 miliar yang telah tersalurkan untuk stimulan perbaikan sebanyak 31.007 unit rumah, melanjutkan penyaluran bertahap yang pada 17 April 2026 mencapai Rp537,22 miliar untuk 26.849 unit rumah.
Menurutnya, bantuan perbaikan rumah diberikan langsung kepada pemilik rumah sebagai dana stimulan, agar masyarakat dapat segera memperbaiki rumah mereka secara mandiri. Besaran bantuan yang diberikan senilai Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.
Selain itu, untuk membantu kembali menata kehidupan penyintas bencana, pemerintah juga memberi bantuan berupa uang isi hunian senilai Rp3 juta dan juga stimulan ekonomi senilai Rp5 juta per kepala keluarga.
Bantuan lain berupa jaminan hidup (jadup) juga terus digelontorkan pemerintah untuk menjamin kebutuhan dasar harian penyintas bencana, senilai Rp15 ribu per orang per hari.
"Tadinya, Kemensos memberikan hanya untuk rusak berat. Tapi saya sampaikan saja ke (Mensos Saifullah Yusuf) rusak sedang dan rusak ringan kita bantu semua. Akhirnya, dikeluarkan bantuan oleh Kemensos," ujarnya.
Baca Juga: wondr Kemala Run 2026, BNI Ajak Peserta Berlari Sambil Berdonasi untuk Korban Bencana
Capaian percepatan penyaluran bantuan perbaikan rumah ini dilakukan secara paralel dengan pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara), untuk menjamin hunian layak bagi penyintas bencana yang rumahnya rusak berat atau hilang.
Data Satgas PRR per 24 April 2026 mencatat, kebutuhan huntap di tiga provinsi terdampak diproyeksikan mencapai 39.171 unit. Sebanyak 241 unit huntap telah rampung dibangun dan 1.493 unit lainnya dalam proses pembangunan.
Rinciannya, di Aceh telah selesai dibangun 104 unit huntap dari total 29.026 unit, dengan 645 unit dalam proses pembangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan









