Krisis Air Bersih Mengancam, Konflik Timur Tengah Berpotensi Perparah Situasi Global

AKURAT.CO Krisis air bersih merupakan kondisi ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air, yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi.
Masalah ini bahkan telah menjadi perhatian dunia dan masuk dalam agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Di Indonesia, persoalan air bersih masih menjadi tantangan serius, khususnya di wilayah perkotaan.
Berdasarkan kajian Rohani Budi Prihatin dalam jurnal Problem Air Bersih di Perkotaan, terdapat sejumlah faktor utama yang memicu krisis air bersih.
Pertama, laju pertumbuhan dan urbanisasi yang tinggi menyebabkan kebutuhan air meningkat signifikan, sementara ketersediaannya terbatas.
Kedua, pembangunan yang tidak memperhatikan keseimbangan antara lahan terbangun dan ruang terbuka hijau menghambat penyerapan air ke dalam tanah.
Selain itu, aktivitas domestik, industri, pertanian, serta erosi turut memperburuk kualitas dan ketersediaan air.
Eksploitasi air tanah secara berlebihan oleh gedung perkantoran, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga apartemen juga mempercepat terjadinya krisis.
Situasi ini berpotensi semakin kompleks di tengah dinamika global, khususnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah seperti ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Baca Juga: BKKBN Perketat Pengawasan Harian MBG, Distribusi Diminta Tepat Sasaran Meski WFH
Konflik tersebut tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi energi global, termasuk pasokan minyak.
Kenaikan harga energi dapat berdampak langsung pada biaya produksi dan distribusi air bersih, terutama yang bergantung pada teknologi pengolahan dan distribusi berbasis energi.
Di sisi lain, konflik berkepanjangan juga berisiko merusak infrastruktur air, mencemari sumber air, serta memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan terdampak.
Dampak ini secara tidak langsung dapat memicu tekanan global, termasuk pada negara berkembang seperti Indonesia.
Untuk mengatasi krisis air bersih, diperlukan langkah komprehensif dan berkelanjutan.
Upaya tersebut meliputi konservasi air melalui efisiensi penggunaan, pengelolaan sumber daya air dengan menjaga hutan dan sungai, serta pemanfaatan teknologi untuk mengolah air limbah maupun air laut menjadi air layak konsumsi.
Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat juga menjadi kunci penting. Edukasi mengenai pentingnya air bersih dan perilaku hemat air perlu terus digencarkan agar krisis tidak semakin memburuk.
Di tengah ancaman perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan ketegangan global, krisis air bersih menjadi isu strategis yang membutuhkan perhatian serius, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Laporan: Marta Anunciata Wea/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








