Stok Beras Capai 4,6 Juta Ton Tertinggi Sepanjang Sejarah, RI Siap Hadapi El Nino dan Krisis Global

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan kondisi ketahanan pangan nasional berada dalam posisi kuat, di tengah ancaman krisis global dan perubahan iklim ekstrem.
Dia mengungkapkan cadangan beras nasional saat ini telah mencapai 4,6 juta ton, level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Dengan jumlah tersebut, stok pangan nasional aman untuk memenuhi kebutuhan hingga 10–11 bulan ke depan.
"Cadangan beras hari ini mencapai 4,6 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk 10 sampai 11 bulan ke depan," ujar Amran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Krisis Global dan El Nino Uji Ketahanan Pangan, Pemerintah Harus Ambil Langkah Antisipasi
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bantalan penting menghadapi potensi dampak fenomena El Nino 2026 yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan. Dengan stok yang kuat, risiko gangguan pasokan pangan akibat kekeringan dapat diminimalkan.
Dia menjelaskan, keberhasilan ini tidak terlepas dari program swasembada pangan yang didorong pemerintah. Dalam satu tahun terakhir, produksi pangan nasional meningkat signifikan hingga 4,07 juta ton atau setara 13,29 persen berdasarkan data BPS.
Di tengah tekanan global, termasuk konflik geopolitik yang berdampak pada rantai pasok dunia, pemerintah juga memastikan ketersediaan komoditas utama tetap terjaga. Dia mengungkapkan, pasokan bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, hingga gula pasir masih dalam kondisi aman.
"Meski konflik global mulai mengganggu rantai pasok, pasokan bahan pangan utama kita cukup. Insyaallah pangan kita aman," tegasnya.
Namun demikian, Amran mengingatkan bahwa ancaman krisis pangan global semakin nyata. Data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menunjukkan sebanyak 724 juta penduduk dunia mengalami kelaparan, yang diperparah konflik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah.
Baca Juga: Mentan: WFH ASN Tak Berdampak pada Produksi Pangan Nasional
Selain itu, Indonesia juga dihadapkan pada potensi kemarau panjang yang diprediksi mulai April 2026 dan mencapai puncaknya pada Agustus. Kondisi ini berisiko mengganggu produksi pertanian jika tidak diantisipasi secara serius.
Untuk itu, Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan sistem peringatan dini, hingga optimalisasi infrastruktur air seperti irigasi, embung, dan pompanisasi.
Pemerintah juga mendorong percepatan tanam dengan varietas tahan kekeringan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu









