Tangis dan Gejolak Batin, Kisah Mendalam Pemeran Yesus di Katedral Jakarta

AKURAT.CO Sejumlah figur sentral dalam Jalan Salib Kreatif yang digelar di Katedral Jakarta membagikan pengalaman emosional dan spiritual mereka usai tampil dalam rangkaian ibadah Jumat Agung.
Tahun ini, pementasan mengusung tema “Lux in Nihilo” yang berarti terang dalam ketiadaan atau kegelapan.
Tema tersebut menggambarkan perjalanan penderitaan hingga pengorbanan Yesus Kristus dengan pendekatan artistik yang lebih reflektif.
Dalam pementasan ini, sosok Yesus diperankan oleh dua orang.
Aaron Ajiguna memerankan Yesus sebelum penyaliban, sementara Arya Setiawan memerankan Yesus saat menuju hingga proses penyaliban.
Aaron mengaku merasakan pengalaman spiritual yang sangat mendalam selama menjalani peran tersebut. Ia bahkan harus menjalani puasa dan beberapa kali tak kuasa menahan air mata saat mengikuti misa.
“Saya sampai berapa kali harus melakukan puasa juga. Selama perjalanan menjalani peran ini, kalau sedang mengikuti misa, kadang saya sampai menangis juga,” ujar Aaron, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga: PIK Tourism Board Luncurkan Website Resmi, Permudah Akses Informasi Wisata Terintegrasi
Ia menambahkan, peran tersebut justru memperkuat keyakinan dan imannya.
“Iman itu adalah misteri. Yang saya dapatkan dari sini adalah harus tetap percaya dengan iman kita masing-masing, dan khususnya saya sendiri percaya dengan Yesus,” tuturnya.
Sementara itu, Arya mengaku mengalami pergulatan batin saat kembali dipercaya memerankan Yesus untuk kedua kalinya. Ia bahkan sempat mempertanyakan dirinya sendiri menjelang tampil.
“Saya mengalami gejolak batin, ‘Kenapa saya lagi?’. Bahkan sampai mau masuk ke babak saya, saya masih merasa, ‘Benarkah Tuhan pakai aku seperti ini?’,” ungkap Arya.
Meski demikian, Arya mengaku mendapatkan pengalaman positif selama proses pementasan, terutama berkat dukungan dari tim Katedral.
“Saya benar-benar mengalami hal yang baik karena teman-teman Katedral memfasilitasi dengan sangat baik,” ujarnya.
Menurut Arya, memerankan sosok Yesus bukan sekadar soal akting, melainkan tanggung jawab besar dalam merefleksikan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang saya takutkan bukan adegannya, melainkan bagaimana sikap kita merefleksikan diri. Saya merasa belum pantas untuk memerankan sosok Yesus karena ini peran yang besar,” katanya.
Pementasan Jalan Salib Kreatif ini tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga ruang refleksi iman yang mendalam bagi para pemeran maupun umat yang menyaksikan.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 3 April 2026: Aries, Gemini, Leo, Taurus, dan Libra!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








