Jadi Solusi Hemat Energi, Mendagri Yakin WFH Tak Ganggu Pemerintahan

AKURAT.CO Wacana penerapan satu hari kerja dari rumah (work from home/WFH) dalam sepekan terus dikaji pemerintah sebagai bagian dari strategi efisiensi energi.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, meyakini kebijakan ini tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan.
Menurut Tito, Indonesia sudah memiliki pengalaman menerapkan pola kerja fleksibel, terutama saat pandemi COVID-19.
Pada periode tersebut, sebagian besar aparatur sipil negara bahkan bekerja dari rumah dengan porsi kehadiran di kantor yang sangat terbatas.
“Pengalaman sebelumnya menunjukkan sistem ini tetap bisa berjalan,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menggelar rapat intensif selama beberapa jam untuk membahas skema tersebut.
Namun, keputusan final masih menunggu arahan Presiden sebelum diumumkan secara resmi oleh kementerian terkait.
Wacana ini muncul di tengah dinamika global, khususnya ketegangan geopolitik yang berdampak pada sektor energi.
Konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah disebut memicu gangguan distribusi energi, termasuk di jalur strategis seperti Selat Hormuz, sehingga berimbas pada kenaikan harga minyak dunia.
Sebagai respons, pemerintah tengah mempertimbangkan berbagai langkah penghematan energi, termasuk penerapan WFH secara terbatas.
Kebijakan serupa bahkan telah lebih dulu diterapkan di beberapa negara, seperti Filipina.
Dengan mempertimbangkan efisiensi energi dan pengalaman sebelumnya, pemerintah optimistis skema kerja hybrid dapat menjadi solusi tanpa mengganggu pelayanan publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







