Prabowo: Indonesia Tak Pernah Janji Sumbang USD1 Miliar untuk BoP

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berjanji atau berkomitmen untuk menyumbang USD 1 miliar kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
"Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar," ujar Prabowo dalam sebuah wawancaranya di Hambalang, ditulis Senin (23/3/2026).
Prabowo menegaskan bahwa tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada Amerika Serikat, terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP. Hal ini terlihat dari absennya Indonesia dalam pertemuan founding donors sebelumnya.
Baca Juga: Prabowo Komitmen Perjuangkan Kemerdekaan Palestina, Tak Segan Cabut dari BoP jika Kontraproduktif
"Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar. Tapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali," tegas Prabowo.
Presiden menyampaikan bahwa Indonesia siap menjadi bagian dari dewan perdamaian tersebut, namun hanya melalui kontribusi pasukan perdamaian untuk menjaga warga Gaza, bukan dana.
"Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan," katanya.
Baca Juga: Produksi Migas PEP Zona 4 Ditarget Naik, Capai 30.305 BOPD di 2026
Meski demikian, Prabowo menambahkan bahwa pemerintah akan tetap mengikuti perkembangan ke depan ketika pembangunan kembali Gaza dapat dimulai, maka kemungkinan kontribusi Indonesia akan dipertimbangkan.
"Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana," jelasnya.
Namun demikian, dia kembali menegaskan bahwa tidak ada komitmen untuk membayar iuran sebagai anggota BoP. "Tidak ada komitmen sama sekali," pungkas Presiden.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






