Stok Energi Disebut Hanya Cukup 21 Hari, DPR Ingatkan Ancaman Kelangkaan BBM Saat Mudik

AKURAT.CO Bayang-bayang kelangkaan bahan bakar mulai menghantui kesiapan arus mudik Idul Fitri 2026.
Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret setelah Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan, cadangan energi nasional saat ini hanya mampu bertahan selama 21 hari.
Ratna menilai, pernyataan tersebut sebagai “alarm keras” yang tidak boleh dipandang sebelah mata, terutama menjelang puncak mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran.
“Jangan sampai secara nasional terlihat aman, tetapi di lapangan terjadi kelangkaan karena distribusi tidak optimal. Mudik akan mendongkrak konsumsi BBM secara signifikan. Pemerintah harus menjamin tidak ada kendala pasokan,” ujar Ratna kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Politisi Fraksi PKB itu menyoroti potensi lonjakan permintaan pada komoditas vital seperti BBM, LPG, hingga avtur.
Tanpa antisipasi matang, menurutnya, ketimpangan antara stok pusat dan ketersediaan di daerah dapat memicu keresahan sosial.
Baca Juga: Upload Menu MBG ke Medsos Bisa Dipidana? Begini Penjelasan BGN
Ia mengingatkan, antrean panjang di SPBU maupun kelangkaan LPG bersubsidi—yang dikenal sebagai gas melon—bisa berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan psikologis masyarakat.
“Ketahanan energi adalah bagian dari ketahanan nasional. Momentum mudik tidak boleh terganggu hanya karena persoalan pasokan. Pemerintah harus hadir memberi kepastian dan rasa aman,” tegasnya.
Data Reformasi Syndicate memperkuat urgensi tersebut. Kebutuhan BBM nasional saat ini berada di kisaran 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari, sementara produksi minyak mentah dalam negeri hanya berkisar 500.000 hingga 600.000 barel per hari.
Defisit lebih dari satu juta barel per hari membuat Indonesia sangat bergantung pada impor dan cadangan strategis.
Dalam situasi seperti ini, Ratna meminta pemerintah bersikap terbuka terkait pengelolaan sisa cadangan 21 hari agar tidak sekadar menjadi peringatan tanpa tindak lanjut konkret.
“Kami membutuhkan langkah cepat, terukur, dan transparan. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut hajat hidup orang banyak,” pungkasnya.
Baca Juga: Pertamina Siagakan 2.074 SPBU 24 Jam Saat Mudik Lebaran 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi










