Ramai JKN PBI Dinonaktifkan, DPR Klarifikasi ke Menkes hingga Menkeu

AKURAT.CO DPR mengagendakan rapat bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, menyusul ramainya keluhan masyarakat terkait penonaktifan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau JKN PBI.
Belakangan ini, sejumlah peserta JKN PBI mengaku terkejut setelah mengetahui status kepesertaannya dinonaktifkan.
Kenyataan tersebut ramai diperbincangkan publik, terutama kalangan masyarakat kurang mampu yang selama ini mengandalkan JKN untuk mengakses layanan kesehatan.
Berdasarkan informasi Sekretariat Jenderal DPR, rapat dijadwalkan berlangsung hari ini (Senin, 9/2/2026), pukul 09.00 WIB di Ruang Rapat Komisi V DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta.
Pimpinan DPR mengundang menteri keuangan, menteri sosial, menteri kesehatan, menteri PPN/kepala Bappenas, kepala BPS, serta dirut BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Tunggakan Iuran JKN Segera Dihapus untuk Lindungi Masyarakat Rentan
Agenda rapat difokuskan pada pembahasan perbaikan ekosistem tata kelola JKN secara terintegrasi, termasuk evaluasi pemutakhiran data penerima bantuan iuran, mekanisme penonaktifan kepesertaan, serta dampaknya terhadap akses layanan kesehatan masyarakat.
Pimpinan DPR menilai koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi krusial untuk memastikan kebijakan pemutakhiran data JKN tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta tetap menjamin hak dasar warga negara atas layanan kesehatan.
Sebelumnya, Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa penetapan maupun penonaktifan peserta JKN PBI bukan merupakan kewenangan pihaknya. Kebijakan tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial.
"Peserta PBI JK ditetapkan oleh Kementerian Sosial. Penyesuaian yang dilakukan merujuk pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang berlaku per 1 Februari 2026. Dalam kebijakan tersebut, peserta yang dinonaktifkan digantikan dengan peserta baru, sehingga jumlah totalnya tetap sama seperti sebelumnya," jelas Ghufron pada Jumat (6/2/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









