Ciptakan Generasi Berdaya Saing Global, Pemerintah Bakal Rekrut Guru Terbaik untuk Sekolah Garuda

AKURAT.CO Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yulianto, mengatakan pemerintah menargetkan putra putri Indonesia yang menempuh pendidikan di Sekolah Garuda, mampu berdaya saing global dan bisa masuk kampus terbaik di dunia.
Harapan optimis tersebut didorong dengan kurikulum pendidikan yang diterapkan di Sekolah Garuda, telah memenuhi standar internasional.
"Kita akan membuat agar para siswanya ini diberikan pendidikan yang berstandar internasional, tentu juga memenuhi standar nasional, tapi mereka lebih siap untuk masuk ke kampus-kampus top di dunia," ujarnya saat ditemui di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Pemerintah Target Pembangunan 4 Sekolah Garuda Rampung Sebelum Tahun Ajaran Baru 2026
Menurutnya, langkah ini diharapkan menjadi sarana bagi putra-putri daerah bertalenta untuk mendapatkan fasilitas pendidikan terbaik, tanpa harus ke Pulau Jawa.
Untuk mendukung ekosistem pendidikan yang berkualitas, pihaknya tengah menyiapkan rekruitmen terhadap guru-guru yang memiliki prestasi. Serta memberikan kesejahteraan lebih bagi para tenaga pendidik, dengan memberikan tunjangan kepada guru-guru yang nantinya akan ditempatkan di wilayah.
"Kita juga akan ada tunjangan lebih ya karena itu kan nanti ditaruh di daerah-daerah yang masih belum ramai, jadi mereka pasti berkorban lebih," jelasnya.
Melalui Sekolah Garuda, pemerintah optimistis dapat menciptakan pemerataan SDM unggul di seluruh pelosok Indonesia. Sehingga talenta lokal memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin masa depan di kancah internasional.
Baca Juga: Wamendag: Sekolah Garuda di Papua Untuk Pemerataan Pendidikan
Dia menegaskan, persiapan Sekolah Garuda menjadi inisiatif sekolah unggulan yang dirancang untuk memeratakan kualitas pendidikan di Indonesia. Dari total rencana 20 lokasi, pemerintah saat ini tengah memfokuskan pembangunan di empat titik perdana yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.
Keempat lokasi tersebut dipilih di wilayah Bangka Belitung Timur, Nusa TenggaraTimur, Konawe Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara. Dalam hal ini, secara strategis di luar Pulau Jawa untuk menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum memiliki sekolah unggulan setingkat SMA.
"Kita targetkan mulai itu tahun ajaran tahun depan, 2026 ya, Juli kan mulai kuliah (sekolah). Jadi daerah-daerah yang selama ini memang belum ada sekolah unggulannya, itu kita akan bangun di daerah-daerah tersebut," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







