Akurat

Pemerintah Godok Konsep Sekolah Terintegrasi, Hadirkan Pemerataan Mutu Pendidikan

Ahada Ramadhana | 30 Januari 2026, 11:41 WIB
Pemerintah Godok Konsep Sekolah Terintegrasi, Hadirkan Pemerataan Mutu Pendidikan

AKURAT.CO Pemerintah terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata dan terjangkau bagi seluruh anak Indonesia.

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menekankan bahwa sekolah terintegrasi menjadi solusi strategis atas dua persoalan mendasar pada pendidikan nasional, yakni ketimpangan mutu antarwilayah dan rendahnya capaian kualitas sekolah di banyak daerah.

Dalam hal ini, Sekolah Terintegrasi dirancang sebagai instrumen pemerataan akses pendidikan berkualitas.

"Ini bukan sekadar pembangunan fisik sekolah tetapi transformasi tata kelola pendidikan. Agar setiap anak, di mana pun berada, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu," jelas Pratikno, melalui keterangan resmi, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, sekolah terintegrasi direncanakan akan ada satu di setiap kecamatan. Bersifat inklusif dan bebas dari pungutan biaya. Guna menjangkau anak-anak usia sekolah secara luas dan merata.

Sekolah terintegrasi menyediakan jenjang pendidikan dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK dalam satu sistem tata kelola dan pembelajaran yang berkelanjutan.

Konsep ini memungkinkan peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang utuh, terarah, dan konsisten sejak usia dini hingga pendidikan menengah. Didukung sarana dan prasarana modern serta kurikulum holistik yang mengombinasikan kurikulum nasional dan pengayaan global.

Baca Juga: Kumpulkan Menteri di Hambalang, Prabowo Tindak Lanjuti Kerja Sama Pendidikan Indonesia–Inggris

Sasaran utama sekolah terintegrasi bersifat inklusif dengan fokus pada peserta didik dari keluarga desil menengah. Tanpa menutup peluang bagi anak-anak dari kelompok rentan yang belum sepenuhnya terjangkau oleh program lain.

"Program ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan sekaligus mendorong mobilitas sosial melalui pendidikan," ujar Pratikno.

Sekolah ini dirancang terintegrasi dengan fasilitas vokasi dan pelatihan yang relevan sesuai karakter wilayahnya.

Jika berada di wilayah pesisir, maka akan terintegrasi dengan vokasi perikanan, sedangkan di wilayah daratan terintegrasi dengan vokasi pertanian, peternakan maupun perkebunan. Sehingga lulusannya dapat terserap dan sesuai dengan kebutuhan riil dunia kerja.

Karena itu, keberhasilan program ini membutuhkan sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan.

"Pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa. Dan sekolah terintegrasi menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan," kata Pratikno.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa sekolah terintegrasi memiliki tiga target besar, yakni transformasi infrastruktur, transformasi SDM dan transformasi pembelajaran berkelanjutan. Yang mendukung proses transisi anak lebih baik dengan kurikulum kombinasi nasional dan internasional dengan tetap memperhatikan kearifan lokal.

Baca Juga: Polda Riau Bangun dan Renovasi 26 Jembatan untuk Keselamatan dan Akses Pendidikan

"Sekolah terintegrasi diharapkan dapat menjadi motor penggerak di level kecamatan," katanya.

Dari sisi regulasi, telah ditetapkan Keputusan Menko PMK Nomor 7 Tahun 2026 tentang Tim Kerja Penyiapan Pembangunan Sekokah Terintegrasi dengan Menko PMK dan Mendikdasmen bertindak sebagai pengarah.

Selanjutnya, akan disiapkan regulasi pendukung pelaksanaan program sekolah terintegrasi.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK