Basarnas Terjunkan 250 Personel Evakuasi Longsor di Bandung Barat

AKURAT.CO Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Mohammad Syafii, memastikan evakuasi bencana longsor di Bandung Barat masih berlangsung. Operasi pencarian dan pertolongan dikoordinasikan langsung oleh Basarnas, dengan melibatkan ratusan personel gabungan serta dukungan sarana udara dan darat.
"Saat ini lebih dari 250 personel terlatih terlibat langsung dalam operasi SAR, didukung unsur udara dengan drone serta unsur darat. Operasi dilakukan bertahap demi keselamatan seluruh tim," kata Syafii, Minggu (25/1/2026).
Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat untuk melakukan kaji cepat dan pemetaan udara menggunakan drone.
Baca Juga: Gibran Tinjau Longsor di Bandung Barat, Pastikan Penanganan Cepat dan Terpadu
Untuk mengantisipasi bencana susulan dan mendukung operasi pencarian, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya.
Sebagai informasi, banjir bandang disertai tanah longsor di Bandung Barat yang terjadi pada Sabtu (24/01/2026) dini hari akibat curah hujan tinggi tersebut mengakibatkan 11 korban jiwa, sementara 79 warga lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Posko Pengungsian Balai Desa Pasirlangu, saat ini menampung 230 jiwa, yang terbagi di dua ruangan, yakni ruang aula sebanyak 90 jiwa dan GOR sebanyak 140 jiwa. Untuk mendukung kebutuhan konsumsi, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat mendirikan dapur umum di SD Negeri 1 Pasirlangu, tidak jauh dari lokasi pengungsi.
Sebelumnya, Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, meminta jajaran terkait agar memberikan perhatian prioritas terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas dalam evakuasi bencana longsor di Bandung Barat.
Baca Juga: Kemenko PMK Percepat Penanganan Darurat Tanah Longsor di Bandung Barat
"Saya titip warga yang ada di pengungsian ini, terutama anak-anak, ibu hamil, lansia, dan difabel agar benar-benar diprioritaskan. Pastikan makan tiga kali sehari dan obat-obatan tersedia. Tim kesehatan harus siaga 24 jam," pintanya.
Wapres juga menginstruksikan agar pemerintah daerah memastikan bantuan tepat sasaran, termasuk penanganan rumah-rumah yang rusak serta rencana relokasi dan perbaikan hunian, dengan tetap memperhatikan agar lokasi baru tidak terlalu jauh dari mata pencaharian warga.
"Rumah-rumah yang rusak akan diperbaiki. Jika perlu relokasi, mohon disosialisasikan dengan baik dan tidak terlalu jauh dari tempat asal serta sumber penghidupan warga," kata Wapres.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







