Islah Gus Yahya dengan Rais Aam PBNU Dinilai Final dan Sesuai AD/ART

AKURAT.CO Proses ishlah antara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dinilai telah final dan mengikat secara organisasi.
Kesimpulan tersebut ditegaskan dalam Rapat Konsultasi Syuriyah PBNU bersama para Mustasyar yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis, 25 Desember 2025.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlahiyah Kediri, KH Muhibul Aman, menyatakan bahwa keputusan rapat tersebut sah secara organisatoris dan konstitusional karena dilaksanakan sesuai dengan mekanisme jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
“Keputusan Rapat Konsultasi Syuriyah dan Mustasyar PBNU bersifat final dan mengikat karena sesuai dengan aturan organisasi dan konstitusi NU,” ujar KH Muhibul Aman dalam pernyataan sikapnya kepada warga NU dan masyarakat luas, Sabtu, 27 Desember 2025.
Baca Juga: Kesepakatan Baru Gus Yahya dan Rais Aam Redam Konflik Internal PBNU
KH Muhibul Aman menjelaskan, dirinya mendapat amanat untuk memoderatori jalannya rapat konsultasi tersebut yang diselenggarakan dalam rangka ishlah, peneguhan adab berjam’iyyah, serta pengembalian tata kelola organisasi agar berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama.
Rapat tersebut mempertemukan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf serta dihadiri para Mustasyar dan kiai sepuh Nahdlatul Ulama. Musyawarah itu menghasilkan kesepakatan bersama yang menjadi pijakan untuk mengakhiri polemik konflik internal NU.
Menurut KH Muhibul Aman, hasil rapat juga menegaskan kembali kepemimpinan PBNU yang sah berdasarkan mandat Muktamar ke-34 NU, yakni KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU. Keduanya dinilai memiliki legitimasi penuh untuk mempersiapkan dan memimpin pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Ia menambahkan, keputusan rapat tersebut sejalan dengan Anggaran Dasar NU Pasal 7 dan Pasal 8 yang mengatur prinsip musyawarah dan kepemimpinan kolektif-kolegial. Selain itu, Anggaran Dasar Pasal 9 dan Pasal 10 serta Anggaran Rumah Tangga Pasal 16 dan Pasal 17 tidak mengenal mekanisme pemberhentian Ketua Umum PBNU atau pengangkatan Penjabat Ketua Umum PBNU di luar forum Muktamar.
Dengan demikian, setiap keputusan atau tindakan sepihak yang menyatakan pemberhentian Ketua Umum PBNU maupun pengangkatan Penjabat Ketua Umum PBNU dinyatakan tidak sah dan tidak memiliki legitimasi jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
“Kepemimpinan Nahdlatul Ulama hasil Muktamar ke-34 adalah kepemimpinan yang sah, legal, dan konstitusional, serta tidak pernah gugur dan tidak dapat dibatalkan oleh tindakan sepihak apa pun di luar mekanisme Muktamar,” tegasnya.
Baca Juga: Gus Ipul Komentar Begini Usai Rais Aam dan Ketum PBNU Islah
Dalam pernyataan sikap tersebut, KH Muhibul Aman juga mengimbau seluruh warga dan struktur NU untuk menghentikan polemik yang dapat memperuncing konflik internal. Ia mengajak seluruh elemen NU kembali pada adab berjam’iyyah dan menaati keputusan musyawarah demi menjaga persatuan dan menyukseskan Muktamar ke-35 NU.
Menurutnya, pengingkaran terhadap keputusan Rapat Konsultasi Syuriyah dan Mustasyar PBNU justru akan merugikan NU dan melemahkan kewibawaan organisasi di mata umat dan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









