Arahan Presiden Prabowo: Pengamanan Nataru Harus Terpadu dan Humanis

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dilaksanakan secara terpadu, antisipatif dan humanis. Dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta stabilitas keamanan nasional.
Arahan Presiden Prabowo disampaikan kepada Menko Polkam, Djamari Chaniago, dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang digelar secara hybrid di Kantor Kemenko Polkam.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin keselamatan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas keamanan selama periode libur akhir tahun.
"Berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, pengamanan Natal dan Tahun Baru dilaksanakan secara terpadu, antisipatif dan humanis dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta stabilitas keamanan," ujar Djamari, dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).
Dia mengatakan, capaian pengamanan pada tahun sebelumnya menjadi pijakan penting dalam merancang strategi pengamanan libur akhir tahun ini.
Baca Juga: Libur Nataru, Kapolri Prediksi Puncak Mudik Kereta Api Terjadi di 28 Desember 2025
Djamari menyebut pada 2024 terjadi penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya.
"Penurunan angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2024 mencapai sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2023. Serta penurunan jumlah korban kecelakaan sebesar 0,51 persen," katanya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi acuan untuk menyiapkan langkah-langkah yang lebih strategis dan efektif guna memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas selama libur panjang.
Djamari mengingatkan lonjakan aktivitas masyarakat berpotensi menimbulkan berbagai risiko, mulai dari kemacetan lalu lintas, peningkatan kecelakaan hingga gangguan keamanan seperti kejahatan jalanan dan praktik premanisme.
"Peningkatan mobilitas masyarakat dalam periode libur panjang berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas, meningkatnya angka kecelakaan. Serta gangguan keamanan berupa kejahatan jalanan dan praktik premanisme," ujarnya.
Selain aspek keamanan, Djamari juga menyoroti ancaman bencana alam yang meningkat akibat kondisi cuaca ekstrem. Ia meminta jajaran kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Kemenko Polkam untuk mewaspadai potensi gangguan cuaca di sejumlah wilayah.
"Banjir dan longsor di Sumatera, bahkan di Jawa Tengah, telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur luas sehingga dibutuhkan respons dan perhatian serius dari kita semua," katanya.
Baca Juga: Lintasarta Siapkan Infrastruktur Digital Hadapi Lonjakan Trafik Nataru 2025/2026
Dengan langkah antisipasi yang matang serta kerja sama lintas sektor kementerian dan lembaga, Djamari optimistis berbagai potensi ancaman selama libur Natal dan Tahun Baru dapat ditangani secara efektif.
"Berikan ketenteraman dan kenyamanan kepada masyarakat untuk menikmati libur panjang (Nataru). Termasuk saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah Natal," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu








