Aliansi Peduli Anak Indonesia Gelar Aksi Damai, Tuntut Penanganan Tegas Kasus Bullying di Sekolah

AKURAT.CO Aliansi Peduli Anak Indonesia bersama aktivis pendidikan dan pemerhati perlindungan anak menggelar aksi damai dan drama teatrikal di depan Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rabu (4/12/2025).
Aksi ini menyoroti kasus dugaan bullying yang kembali mencuat di lingkungan pendidikan.
Baru-baru ini terdapat kasus dugaan perundungan atau bullying di SDK Penabur atau Penabur Intercultural School Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Aksi tersebut menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat aman bagi anak-anak, bukan ruang yang menimbulkan trauma.
Aliansi menilai negara harus hadir secara langsung untuk memastikan praktik perundungan tidak diselesaikan secara tertutup, lambat, atau bias kepentingan.
Baca Juga: Tender Apparel Baru Timnas Indonesia Diikuti Pabrikan Lokal dan Internasional, Segera Diumumkan
Tuntutan Utama Aksi
-
Menolak semua bentuk bullying
Aliansi menegaskan bahwa bullying fisik, verbal, psikologis, maupun non-verbal tidak dapat dibenarkan. Sekolah harus menunjukkan komitmen nyata melalui kebijakan, edukasi, dan pencegahan.
-
Investigasi independen dan transparan oleh Kemendikdasmen
Setiap dugaan bullying, harus diproses objektif tanpa intervensi pihak mana pun.
-
Transparansi penanganan internal sekolah
Aliansi meminta sekolah mempublikasikan langkah-langkah penanganan kasus, termasuk hasil asesmen dan perlindungan terhadap korban.
-
Pelaksanaan keputusan Dewan Guru dan TPPK secara tegas
Sanksi terhadap pelaku bullying harus dijalankan sepenuhnya tanpa pembatalan atau kompromi.
-
Pembentukan Satgas Anti-Bullying Nasional
Aliansi menuntut pembentukan Satgas independen untuk menerima laporan, memeriksa, mengawasi, dan memastikan pemulihan korban, sehingga kasus bullying tidak lagi ditangani secara tertutup.
Aliansi juga menekankan pentingnya penyelesaian kasus secara objektif dan transparan, agar hak korban terlindungi dan fakta lengkap terungkap.
Baca Juga: Cara Cek Pengobatan dan Layanan yang Ditanggung BPJS Kesehatan Lewat Mobile JKN
Drama Teatrikal
Sebagai bagian dari aksi, pertunjukan teatrikal digelar untuk menggambarkan trauma, ketakutan, dan tekanan mental yang dialami korban bullying.
Drama ini menyampaikan pesan bahwa “Bullying merusak lebih dalam dari yang terlihat,” dan memerlukan penanganan serius dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kami hadir untuk memperjuangkan rasa aman bagi seluruh anak Indonesia. Ketika sekolah gagal memberikan perlindungan, negara harus turun tangan. Ini bukan soal kasus individual, tapi masa depan pendidikan kita,” ujar M. Harun, Koordinator Aksi.
Aliansi Peduli Anak Indonesia menegaskan aksi ini akan berlanjut melalui advokasi, dialog, dan pemantauan publik hingga pemerintah menunjukkan langkah konkret.
Mereka berharap Kemendikdasmen merespons tuntutan dengan cepat dan terbuka, sehingga setiap sekolah menjadi lingkungan aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








