Akurat

Bukan Dukung Gus Yahya atau Kiai Miftachul Akhyar, PWNU dan PCNU se-Kalbar Punya Sikap Begini

Fajar Rizky Ramadhan | 2 Desember 2025, 12:54 WIB
Bukan Dukung Gus Yahya atau Kiai Miftachul Akhyar, PWNU dan PCNU se-Kalbar Punya Sikap Begini

AKURAT.CO PWNU Kalimantan Barat menegaskan posisi resminya di tengah memanasnya dinamika internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Melalui Surat Pernyataan Nomor 99/PW.01/A.II.07.44/18/11/2025 bertanggal 29 November 2025, PWNU dan seluruh PCNU se-Kalimantan Barat menyatakan tidak memihak pada kubu manapun dalam ketegangan antara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Mereka menegaskan tetap berpegang pada keputusan Muktamar ke-34 NU 2021 di Lampung.

Dalam surat tersebut, PWNU Kalbar menegaskan bahwa keputusan muktamar yang menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam serta KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum berlaku sampai masa khidmat berakhir pada 2026.

Dengan demikian, PWNU Kalbar tidak mengikuti berbagai wacana liar, termasuk desakan sebagian pihak yang ingin mendorong Muktamar Luar Biasa (MLB) sebagai respons atas kegaduhan beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Hari Ini PBNU Pecah Agenda di Satu Gedung: Kubu Gus Yahya dan Rais Aam PBNU Punya Agenda Masing-masing

PWNU Kalbar juga mengingatkan bahwa setiap perbedaan pandangan di internal pengurus wajib diselesaikan melalui mekanisme organisasi. Mereka menekankan pentingnya musyawarah, tabayyun, sikap akhlakul karimah, dan upaya ishlah.

Penegasan ini muncul setelah berbagai informasi simpang siur dan klaim sepihak mengenai posisi masing-masing kubu beredar di ruang publik dan menyebabkan keresahan di tingkat basis.

Dalam pernyataannya, PWNU dan PCNU se-Kalimantan Barat juga menyerukan kepada seluruh warga Nahdliyyin agar tidak terprovokasi isu yang belum jelas validitasnya.

Warga NU diimbau menjaga ukhuwah, ketenangan, dan soliditas jam’iyyah di tengah situasi yang memanas. Seruan itu, menurut mereka, diperlukan agar dinamika yang terjadi tidak berkembang menjadi polarisasi yang merusak struktur dan kinerja organisasi.

Baca Juga: Suhu PBNU Memanas, Tokoh Sepuh NU Lombok TGH Turmudzi Badaruddin Dukung Rois Aam

Surat tersebut ditandatangani unsur pimpinan PWNU Kalbar: KH M. Isma’il Ghofur (Rais), KH Muchtarul Aziz (Katib), Prof. Dr. KH Syarif, MA (Ketua), dan H. Mokh. Ridwan, S.Ag (Sekretaris).

PWNU Kalbar berharap sikap resmi ini menjadi rujukan bagi warga NU di wilayahnya serta memperkuat stabilitas organisasi, sekaligus menjaga marwah Nahdlatul Ulama di tengah dinamika yang terus berkembang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.