Timwas DPR: Banjir di Aceh-Sumut-Sumbar Bukti Krisis Tata Kelola Lingkungan

AKURAT.CO Tim Pengawas Penanggulangan Bencana (Timwas Bencana) DPR RI menyatakan keprihatinan mendalam atas banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.
Bencana yang dipicu hujan ekstrem akibat Siklon Senyar itu, menyebabkan puluhan korban jiwa serta kerusakan luas di tiga provinsi.
Anggota Timwas Bencana DPR RI, KH Maman Imanulhaq, menyampaikan duka bagi para korban dan menegaskan bahwa bencana berulang tidak bisa hanya dilihat sebagai fenomena alam.
Baca Juga: Kemenhub Gerak Cepat Pulihkan Layanan Transportasi Terdampak Banjir
"Kami berduka atas kejadian bencana yang terjadi. Bencana berulang seperti ini harus menjadi peringatan keras bahwa tata kelola alam Indonesia sedang berada dalam kondisi kritis dan membutuhkan perhatian serius serta tindakan terukur dari seluruh pemangku kepentingan," ujar Kiai Maman, Sabtu (29/11/2025).
Data terbaru menunjukkan dampak besar di Aceh, dengan 13 orang meninggal dunia dan 20 dari 23 kabupaten/kota terendam banjir. Ribuan warga mengungsi, jaringan listrik dan telekomunikasi terputus, dan lahan pertanian rusak, sehingga pemerintah menetapkan status tanggap darurat hingga 11 Desember 2025.
Di Sumatera Utara, 43 orang meninggal, 88 hilang, dan lebih dari seribu warga mengungsi, sementara 12 kabupaten/kota terdampak banjir, longsor, dan puting beliung. Status tanggap darurat diberlakukan sampai 8 Desember 2025.
Baca Juga: MUI Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bahu-membahu Bantu Korban Banjir Bandang di Sumatera
Kiai Maman menilai, penguatan mitigasi bencana tidak dapat ditunda, termasuk peningkatan sistem peringatan dini, kapasitas BPBD, dan evaluasi izin usaha ekstraktif. "Kami menekankan perlunya revitalisasi daerah aliran sungai, penghijauan, penataan ruang berbasis risiko, serta penambahan anggaran kesiapsiagaan," ujar dia.
Dia meminta koordinasi seluruh pihak, mulai dari BNPB hingga relawan, untuk mempercepat evakuasi, pencarian korban, pemulihan akses, dan distribusi bantuan.
"Kita harus bergerak cepat, saling bergandengan tangan, dan belajar dari setiap bencana agar tidak terus mengulang luka yang sama. Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas tertinggi," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








