Menko Yusril: Indonesia Harus di Garis Depan Satukan Dunia Melayu Dunia Islam

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan Indonesia memiliki peran strategis sebagai pusat peradaban Dunia Melayu dan Dunia Islam.
Menurutnya, konsep Dunia Melayu tidak hanya mencerminkan identitas etnik, tetapi merupakan wujud kebudayaan dan peradaban Islam yang telah mengakar kuat di berbagai negara.
"Dunia Melayu Dunia Islam itu sesuatu yang sangat menarik. Konsep Melayu bukan konsep etnik, tetapi konsep budaya dan agama. Melayu didefinisikan sebagai orang yang bertutur bahasa Melayu, mengamalkan adat Melayu-Islam, dan beragama Islam,"ujar Yusril, dikutip Jumat (24/10/2025).
Baca Juga: DPD RI Dorong Diplomasi Budaya Lewat Convention Dunia Melayu Dunia Islam ke-23
Dengan pemahaman tersebut, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk menjadi lokomotif kebangkitan peradaban Melayu di era modern.
"Kalau kita menggunakan konsep itu, maka banyak sekali orang Melayu di dunia ini. Saya sudah bertemu keluarga besar Melayu mulai dari Cape Town di Afrika Selatan sampai ke Tonga di Pasifik," ungkapnya.
Yusril menambahkan, kesamaan bahasa, tradisi, dan nilai antara bangsa-bangsa rumpun Melayu menjadi modal kuat untuk membangun diplomasi budaya yang lebih luas.
Baca Juga: Rudianto Manurung: Dari Tanah Melayu Menuju Panggung Dunia
"Bahkan masyarakat Okinawa dan penduduk asli Taiwan masih satu rumpun dengan Melayu. Banyak kesamaan kosa kata antara bahasa Tagalog dan bahasa Melayu. Ini menunjukkan akar kebudayaan kita sangat dalam dan luas," jelasnya.
Dia berharap, konvensi ke-23 DMDI yang diselenggarakan di Jakarta menjadi momentum kebangkitan dunia Melayu dan Islam, serta memperkuat kerja sama lintas negara serumpun dalam bidang kebudayaan, pendidikan, dan ekonomi.
"Indonesia harus berada di garis depan dalam menyatukan Dunia Melayu dan Dunia Islam. Ini bukan sekadar romantisme sejarah, tetapi bagian dari diplomasi kebudayaan dan politik luar negeri yang memperkuat posisi Indonesia di tingkat global," tutup Yusril.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






