Muncul Peringatan Excessive Heat di Google? Ini Makna dan Dampaknya!

AKURAT.CO Cuaca panas ekstrem akhir-akhir ini tidak hanya membuat aktivitas masyarakat terganggu, tetapi juga memunculkan peringatan khusus di Google yang dikenal sebagai “Excessive Heat Warning”.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan resmi terkait arti dan dampak peringatan tersebut bagi masyarakat.
Memahami peringatan Excessive Heat Warning ini sangat penting supaya kita dapat mengambil langkah tepat dalam menjaga kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Arti Excessive Heat Warning Menurut BMKG
Peringatan Excessive Heat Warning atau peringatan panas berlebih merupakan sinyal dari BMKG yang menunjukkan kondisi suhu udara yang sangat tinggi dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia.
Istilah ini mengacu pada gelombang panas atau anomali suhu yang berlangsung terus-menerus, sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit akibat panas.
BMKG menyampaikan peringatan ini untuk memperingatkan wilayah terdampak agar masyarakat waspada dan melakukan pencegahan yang diperlukan.
Wilayah Terdampak dan Penyebab Cuaca Panas
Biasanya peringatan Excessive Heat muncul di wilayah yang mengalami gelombang panas, yakni periode suhu siang dan malam yang sangat tinggi berkelanjutan akibat perubahan alam seperti gerak semu matahari dan kondisi atmosfer.
Di Indonesia, BMKG mengamati bahwa radiasi matahari meningkat karena minimnya tutupan awan dan gerak semu matahari membuat panas menyelimuti sejumlah kawasan, khususnya pada musim kemarau panjang.
Fenomena ini diperparah oleh faktor perubahan iklim global yang menyebabkan suhu ekstrem lebih sering terjadi.
Dampak bagi Kesehatan dan Aktivitas Masyarakat
BMKG bersama Kementerian Kesehatan Indonesia mengingatkan bahwa cuaca panas ekstrem dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti dehidrasi, heatstroke, iritasi kulit, hingga gangguan pernapasan.
Orang tua, anak-anak, pekerja luar ruangan, dan penderita penyakit kronis menjadi kelompok yang paling rentan.
Selain kesehatan, gelombang panas juga menurunkan produktivitas tenaga kerja dan meningkatkan risiko kecelakaan karena gangguan konsentrasi akibat panas berlebih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






