Apakah Bandung Terancam Gempa Besar? Inilah Daftar Zona Merah Terkena Sesar Lembang!

AKURAT.CO Simak informasi penting terbaru mengenai pertanyaan masyarakat, apakah Bandung terancam gempa besar, lengkap dengan daftar zona merah yang terkena Sesar Lembang.
Belakangan ini, berita tentang Sesar Lembang masih menjadi perbincangan hangat karena diperkirakan akan terjadi dan menybeabkan Bandung terancam gempa besar.
Sesar Lembang terbentuk dari rekahan pada kerak bumi akibat pergerakan lempeng tektonik. Adapun bagian timur Sesar Lembang terbentuk lebih dulu dibanding bagian lainnya.
Berikut ini informasi penting tentang Bandung terancam gempa besar, lengkap dengan daftar zona merah terkena Sesar Lembang.
Baca Juga: Persita vs Persib: Pendekar Cisadane Tumbangkan Maung Bandung 2-1 di Kandang 'Usiran'
Apakah Bandung Terancam Gempa Besar?
Sesar Lembang merupakan patahan aktif dengan panjang sekitar 29 kilometer yang terletak kurang lebih 10 kilometer di utara Kota Bandung, Jawa Barat.
Pertanyaannya, apakah keberadaan patahan ini benar-benar bisa memicu gempa besar yang mengancam Bandung?
Patahan ini terbentuk dari proses geologi yang berlangsung terus-menerus selama ratusan ribu tahun.
Karena itu, Sesar Lembang menjadi salah satu fokus penting dalam upaya mitigasi bencana di kawasan Bandung Raya.
Baca Juga: Thom Haye Tak Soal Persib Bandung Lawan Persita Tangerang di Bali, Fokus Kejar 3 Poin
Jalur patahan tersebut membentang dari Padalarang hingga Jatinangor dan melintasi beberapa daerah di utara Bandung Raya, antara lain Lembang, Padalarang, Ngamprah, Cisarua, hingga Parongpong.
Sesar Lembang muncul akibat retakan pada kerak bumi yang dipicu oleh pergerakan lempeng tektonik. Bagian timur patahan ini diketahui terbentuk lebih awal dibandingkan dengan bagian lainnya.
Menurut Mudrik R. Daryono, peneliti Geologi Gempa Bumi dari BRIN, pergeseran batuan di Sesar Lembang terjadi dengan kecepatan sekitar 1,9 hingga 3,4 milimeter per tahun.
Akibat pergerakan ini, maka berpotensi menimbulkan gempa bumi dengan kekuatan yang bervariasi di Bandung.
Penelitian paleoseismologi menunjukkan bahwa Sesar Lembang pernah memicu sejumlah gempa besar di masa lampau.
Catatan terbaru terjadi pada abad ke-15, sedangkan jejak terjadinya yang paling tua diperkirakan sekitar 19 ribu tahun silam.
“Jika mengacu pada siklus ulang gempa besar, maka secara teoritis gempa besar berikutnya dapat terjadi paling lambat sekitar tahun 2170. Artinya, secara waktu, perkiraan siklus ini sudah relatif dekat dengan masa sekarang,” jelas Mudrik.
Zona Paling Rawan Terkena Dampak Sesar Lembang
Selain Sesar Lembang dapat merusak bangunan, ancaman longsor juga cukup besar, terutama di kawasan pegunungan seperti Lembang dan Parongpong.
Berdasarkan hasil kajian BMKG dan BRIN membagi wilayah terdampak jika Sesar Lembang memicu gempa ke dalam tiga kategori risiko:
1. Zona Merah (risiko tinggi)
Mencakup Kota Cimahi (Cimahi Selatan dan Cimahi Utara), Kabupaten Bandung Barat (Lembang, Parongpong, Cisarua), serta kawasan Bandung Utara (Dago, Ciumbuleuit, Cidadap).
2. Zona Kuning (risiko sedang)
Sebagian Kota Bandung bagian tengah dan selatan (Lengkong, Buahbatu, Gedebage), serta wilayah Kabupaten Bandung (Soreang dan Banjaran).
3. Zona Hijau (risiko rendah)
Berada di Kabupaten Sumedang (Jatinangor) dan wilayah utara Garut.
Itulah informasi lengkap mengenai zona paling rawan yang terkena dampak Sesar Lembang, masyarakat perlu waspada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








