Emrus Sihombing: Kapolri Ideal Harus Akademisi Hukum dan Ahli Komunikasi

AKURAT.CO Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing, mengajukan sepuluh kriteria yang sebaiknya dimiliki oleh kapolri. Hal ini seiring dengan santernya isu penggantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menurutnya, aspek kepemimpinan komunikasi menjadi kunci agar Polri dapat beradaptasi dengan dinamika sosial politik ke depan.
"Kapolri berikutnya harus memenuhi sejumlah syarat khusus agar bisa menjaga marwah institusi Polri di era post-truth. Setidaknya ada sepuluh aspek yang saya pandang penting untuk dijadikan acuan Presiden," kata Emrus dalam keterangan tertulis, Minggu (14/9/2025).
Baca Juga: Kandidat Kapolri Harus Miliki Kepemimpinan Komunikasi di Era Post-Truth
Aspek pertama, seorang Kapolri harus bisa diterima oleh semua kalangan, mulai dari masyarakat sipil, mahasiswa, hingga organisasi buruh. Kedua, memiliki kepemimpinan komunikasi humanis, namun tetap tegas dalam penegakan hukum.
Ketiga, calon Kapolri perlu memiliki kedewasaan komunikasi yang tidak menimbulkan kegaduhan di ruang publik. "Pandangan yang disampaikan harus menenangkan, bukan memicu polemik baru," ujarnya.
Keempat, Kapolri yang dipilih harus mampu membangun kebersamaan antarinstansi negara dalam penegakan hukum. Kelima, tidak pernah terlibat dalam konflik politik antarpartai maupun elite.
"Ini penting agar Polri tetap independen," tegas Emrus.
Selain itu, dia menilai seorang Kapolri ideal sebaiknya juga memiliki latar akademik mumpuni. Setidaknya bergelar doktor hukum dari universitas kredibel, bahkan lebih baik bila sudah profesor.
Baca Juga: Wacana Pengganti Kapolri Normal, Nasir Djamil: Keputusan di Tangan Presiden
"Dengan begitu, konten komunikasi hukum yang disampaikan kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.
Emrus menambahkan, pengalaman teknis juga berpengaruh. Kapolri ideal sebaiknya pernah menjabat Kapolda, memiliki pengalaman di Divisi Humas, bahkan pernah menjadi Kadiv Humas Polri.
"Dengan begitu, dia sudah terbiasa membangun komunikasi publik yang proaktif, profesional, dan efektif," ungkapnya.
Terakhir, gaya komunikasi calon Kapolri harus mampu merangkul masyarakat luas. "Jika sepuluh kriteria itu dipenuhi, Polri akan lebih dipercaya publik, dan kinerjanya menimbulkan citra positif bagi bangsa," tutup Emrus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi






