Kepala BGN: Banyak Restoran Sampai Hotel Alih Fungsi Jadi SPPG

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa saat ini banyak kafe, restoran, serta usaha tempat catering yang beralih fungsi menjadi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bahkan, perubahan ini mencapai 50 persen dan tersebar di sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya.
"Di jalan Fatmawati Anda bisa lihat di sebelah kiri kalau dari arah Ciputat, sebelah kiri itu ada restoran besar. Kalau di Cibubur itu kalau dari kiri jalan ada sebelah kiri. Kemudian kalau ke Bogor ada di pojokan ke jalan baru," jelasnya saat ditemui dalam kegiatan Talkshow: Potret 1 Tahun BGN dalam Perjalanan Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa & Pameran Foto, di Kantor Antara Heritage, Selasa (19/8/2025).
Baca Juga: Lawan Stunting di Merauke, SPPG Putri Papua Selatan Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis
Dia juga menyatakan bahwa banyak hotel juga yang membantu berpartisipasi program pemerintah dalam melancarkan program MBG.
"Karena itu yang menyongkong program kami, makanya program ini begitu cepat disokong oleh berbagai fasilitas yang sudah terlibat lama di food and beverage," ujarnya.
"Di Halmahera Barat ada katering yang pemiliknya juga punya hotel dan restoran, kini semuanya berubah fungsi jadi SPPG. Bahkan ada hotel yang ikut beralih," tambahnya.
Dadan menjelaskan, hal ini disebabkan adanya peningkatan permintaan makan-minum namun tidak sama dengan penggunaan lahan parkir.
"Nah kemudian hal yang cukup menarik juga, ketika ada angka pertumbuhan permintaan makan-minum sampai 8 persen, itu berkontraksi dengan faktor ikutannya. Dan biasanya faktor makan-minum itu ikutannya adalah faktor parkir. Ternyata parkirnya turun, makan-minumnya naik tapi parkirnya turun," ucapnya.
Baca Juga: Temukan Makanan Tak Layak, BGN Setop Sementara Operasional SPPG di NTT
Dia menegaskan bahwa sejumlah restoran besar di daerah Cibubur, Fatmawati, dan Bogor tidak lagi melayani makan di tempat karena telah beralih fungsi menjadi satuan pelayanan pemenuhan gizi.
"Kalau kita punya restoran seperti yang di Cibubur itu ya, restoran seafood, paling sehari dikunjunginya berapa orang? 500, 1.000 itu pasti ada orang parkir. Nah sekarang restoran tersebut berubah fungsi menjadi satuan pelayanan pemenuhan gizi dan melayani 3.500 orang setiap hari," kata Dadan.
"Kenapa? Karena makanannya diantar ke sekolah untuk anak sekolah atau ke posyandu untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, atau ke rumah masing-masing," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









