Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Potensi Bencana dan Banjir

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah pada hari ini, Selasa (19/8/2025).
Meskipun 57 persen wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau, namun intensitas hujan yang sangat tinggi bahkan ekstrem masih terjadi di beberapa wilayah.
BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini tengah dipengaruhi oleh kombinasi faktor skala global, regional, dan lokal. Interaksi antara gangguan atmosfer ini mempertahankan kondisi udara tetap labil, dan mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan.
Baca Juga: Modifikasi Cuaca Belum Diperlukan, Pramono: Banjir Jakarta Bukan karena Hujan
"Kondisi ini berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga sangat lebat, bahkan disertai petir dan angin kencang," tulis BMKG.
Untuk itu, pemerintah akan melakukan modifikasi cuaca di beberapa daerah, untuk menghadapi cuaca ekstrem di Jabodetabek dan sejumlah wilayah yang berpotensi terjadinya banjir akibat hujan deras.
"Karena itu di beberapa tempat kalau sudah berisiko kita juga tetap melakukan modifikasi cuaca," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, saat ditemui di Kantor Kemenko PMK, Selasa (19/8/2025)
Dia mengatakan, modifikasi cuaca diyakini dapat mengalahkan hujan yang turun dan dapat mengakibatkan banjir. Jka terjadinya bencana, maka resiko kerugian jauh lebih besar dibandingkan melakukan modifikasi cuaca.
Pratikno menegaskan, pihaknya selalu memantau dan melakukan koordinasi bersama lembaga atau badan terkait. "Kami berkoordinasi terus bersama BNPB dan BMKG untuk mengantisipasi terjadinya banjir," tegasnya.
Baca Juga: Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta Dilanjutkan, 20 Ton Bahan Semai untuk 10 Hari
Diketahui, terdapat 33 wilayah yang telah dipetakan sejumlah daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat hari ini, di antaranya:
Aceh: Hujan Sedang-Lebat
Bali: Hujan Sedang-Lebat
Banten: Hujan Sedang-Lebat
Bengkulu: Hujan Sedang-Lebat
DKI Jakarta: Hujan Sedang-Lebat
Daerah Istimewa Yogyakarta: Hujan Lebat-Sangat Lebat
Gorontalo: Hujan Sedang-Lebat
Jawa Barat: Hujan Lebat-Sangat Lebat
Jawa Tengah: Hujan Lebat-Sangat Lebat
Jawa Timur: Hujan Lebat-Sangat Lebat
Kalimantan Barat: Hujan Lebat-Sangat Lebat
Kalimantan Selatan: Hujan Sedang-Lebat
Kalimantan Tengah: Hujan Lebat-Sangat Lebat
Kalimantan Timur: Hujan Sedang-Lebat
Kalimantan Utara: Hujan Sedang-Lebat
Kepulauan Bangka Belitung: Hujan Sedang-Lebat
Kepulauan Riau: Hujan Sedang-Lebat
Lampung: Hujan Sedang-Lebat
Maluku: Hujan Lebat-Sangat Lebat
Maluku Utara: Hujan Lebat-Sangat Lebat
Nusa Tenggara Barat: Hujan Sedang-Lebat
Nusa Tenggara Timur: Angin Kencang
Papua Barat: Hujan Sedang-Lebat
Papua Barat Daya: Hujan Sedang-Lebat
Papua Pegunungan: Hujan Sedang-Lebat
Papua Selatan: Hujan Sedang-Lebat
Papua Tengah: Hujan Sedang-Lebat
Sulawesi Barat: Hujan Lebat-Sangat Lebat
Sulawesi Selatan: Hujan Sedang-Lebat
Sulawesi Tengah: Hujan Sedang-Lebat
Sulawesi Tenggara: Hujan Sedang-Lebat
Sulawesi Utara: Hujan Lebat-Sangat Lebat
Sumatera Selatan: Hujan Lebat-Sangat Lebat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








