Indonesia-Prancis Gelar Seminar Dukung Perkembangan UKM Fesyen dan Kerajinan

AKURAT.CO Indonesia dan Prancis terus mempererat kerja sama di sektor industri kreatif, melalui penyelenggaraan Indonesian-French Seminar on Fashion and Craftsmanship.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, sekaligus ajang pertukaran pengetahuan dan jejaring antara pelaku industri fesyen dan kerajinan dari Indonesia dan Prancis.
Seminar yang berlangsung sehari penuh ini diselenggarakan melalui program inkubator PINTU, hasil kolaborasi JF3, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Prancis melalui IFI.
Baca Juga: JF3 Fashion Festival 2025 Ajak Pelaku Industri Hidupkan Warisan Budaya Lewat Fesyen
Program ini ditujukan untuk mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), serta talenta kreatif di bidang fesyen dari kedua negara.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, membuka acara bersama Ketua JF3 Soegianto Nagaria, dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsy.
"Program ini menjadi bukti nyata bahwa diplomasi budaya dapat mendorong kolaborasi konkret dalam pengembangan ekonomi kreatif," ujar Penone dalam sambutannya, di Institut Français d’Indonésie (IFI) Thamrin, Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Sejumlah tokoh penting dari dunia fesyen turut hadir sebagai pembicara, antara lain Alain Soreil (Direktur Ecole Duperré Paris), Simpirwati Simarno (Managing Director Louis Vuitton Indonesia), Didi Budiardjo, Asha Darra, Samudra Hartanto, dan Thresia Mareta.
Berbagai tema dibahas melalui lokakarya dan diskusi panel, seperti pengembangan tekstil berkelanjutan, komunikasi dalam fesyen, pendekatan sirkular di industri tenun, hingga strategi ekspansi ke pasar internasional.
Diskusi panel bertajuk 'Enduring Threads', membahas pentingnya pelestarian kerajinan tangan dalam dunia mode kontemporer. Sementara panel 'Fashion's Green Threads', menyoroti tantangan dan peluang dalam mewujudkan fesyen yang berkelanjutan dan etis.
Acara ditutup dengan sesi roundtable yang merangkum berbagai gagasan dan pembelajaran dari para peserta. Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, desainer muda Savira Lavinia, serta akademisi dan profesional dari Prancis dan Indonesia turut serta dalam sesi tersebut.
Melalui seminar ini, diharapkan terbangun kolaborasi jangka panjang antara pelaku industri kreatif Indonesia dan Prancis, yang tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang






