Presiden Prabowo Bahas Perkembangan Perundingan Tarif dengan AS, Kedua Negara Sepakat Cari Win-win Solution

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (27/6/2025).
Rapat digelar usai Presiden Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa rapat ini salah satunya menyoroti perkembangan positif dalam perundingan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Pemerintah menilai kedua negara memiliki kepentingan strategis untuk menjalin hubungan dagang yang saling menguntungkan.
Baca Juga: Prabowo–Anwar Bahas Konflik Global dan Serukan Perdamaian Palestina
"Kedua negara sepakat untuk mengedepankan win-win solution dengan melihat aspek strategis hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan Amerika Serikat. Saat ini, tim negosiator tengah membahas permintaan dan penawaran dari kedua negara secara intensif," jelas Teddy, dalam keterangannya.
Lebih lanjut, dia menyebut bahwa pemerintah Indonesia telah mendapatkan dukungan kuat dari otoritas ekonomi AS.
"Pemerintah juga telah mendapatkan dukungan dan respons positif dari US Secretary of the Treasury, Bapak Scott Bessent, dan United States Trade Representative, Bapak Jamieson Greer, terhadap inisiatif Indonesia untuk mempererat kerja sama ekonomi dengan AS," katanya.
Selain Seskab Teddy, rapat terbatas turut dihadiri Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.
Baca Juga: Pujian Presiden Prabowo untuk PM Anwar Ibrahim: Beliau Sahabat Seluruh Rakyat Indonesia
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga disebut turut membahas tarif impor saat menerima sambungan telepon dari Presiden AS, Donald Trump.
Namun, Mensesneg Prasetyo Hadi, mengatakan bahwa pembicaraan mengenai hal tersebut tidak dibahas secara spesifik.
Pembicaraan tersebut lebih mengarah kepada langkah pemerintah Indonesia yang telah mengirim tim untuk bernegosiasi terkait kebijakan tarif impor AS kepada Indonesia.
Saat ini, kedua pihak masih mempelajari poin-poin yang terkandung dalam upaya negosiasi tersebut.
"Ya membahas dalam konteks, kita kan kemarin mengirim tim negosiasi. Dan kemudian dipelajari oleh masing-masing pihak," ujar Prasetyo, pada Selasa (17/6/2025).
Dalam negosiasi tersebut, Prasetyo mengatakan bahwa pemerintah Indonesia menawarkan sejumlah hal. Hal ini yang menurutnya masih dipelajari oleh AS.
Sehingga, Prasetyo membantah ketika ada pihak yang menyebut bahwa upaya negosiasi Indonesia kepada AS telah gagal.
"Bukan berhasil atau enggak berhasil, kita juga menawarkan sesuatu dan beberapa pihak sedang mempelajarinya," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo: Meski Cadangan Migas Besar, Energi Terbarukan Adalah Masa Depan Indonesia
Sebaliknya, Prasetyo justru mengisyaratkan bahwa AS menyambut baik poin-poin yang ditawarkan Indonesia dalam negosiasi.
"Insya Allah positif, harus optimis. Jangan negatif-negatif terus ya," katanya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







