Akurat

Di Retreat, BGN Tekankan Pentingnya Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Program MBG

Ahada Ramadhana | 25 Juni 2025, 17:15 WIB
Di Retreat, BGN Tekankan Pentingnya Koordinasi  Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Program MBG

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menghadiri Retreat Kepala Daerah Gelombang II di Balairung Rudini, Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Dia mengatakan, kepala daerah memiliki peran strategis dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yaitu pembangunan infrastruktur, pembangunan rantai pasok, serta penyaluran MBG secara bersama-sama bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Menurutnya, percepatan program MBG sangat bergantung pada tiga faktor utama, yaitu ketersediaan anggaran, sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur.

Baca Juga: Pemkab Bogor Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis, Minta Penambahan Dapur MBG

"Kami ingin agar koordinasi dengan para kepala daerah bisa berjalan lebih intens, lebih sinergi, lebih harmoni dan bersama-sama menyukseskan program Makan Bergizi Gratis," ujarnya, Selasa (24/6/2025).

Dia mengungkapkan, retreat kepala daerah memiliki peran penting dalam memperkuat pemahaman dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Forum ini menjadi wadah untuk seluruh kepala daerah, menggali dan mempelajari seluruh program prioritas pemerintah pusat, untuk nantinya dapat dilaksanakan dan disinkronkan ke daerah masing-masing.

Menurutnya, sinergi dengan Pemda sangat krusial mengingat penerima manfaat dan infrastruktur pelaksana berada di daerah. Oleh karena itu, Pemda memegang peran sentral dalam pelaksanaan program MBG, yang juga melibatkan banyak perangkat daerah.

"Pasti kepala daerah yang harus berperan lebih banyak di dalam program ini untuk melakukan harmonisasi," ujarnya.

Baca Juga: Penerima Manfaat Program MBG Terus Meningkat, Capai 5,2 Juta Orang per Hari Ini

Dia menjelaskan, anggaran MBG telah teralokasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal tersebut juga didukung dengan peningkatan petugas yang kompeten.

"Sebanyak 30.000 petugas tengah menjalani pelatihan dan direncanakan akan ditugaskan ke berbagai daerah pada akhir Juli 2025," kata dia.

"Percepatan akan sangat terjadi secara nyata nanti di akhir Juli, awal Agustus karena petugas sudah dikirim terutama untuk daerah-daerah 3T ya, terpencil, terluar, tertinggal," tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab di forum ini, sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah menyampaikan kondisi pelaksanaan MBG di wilayah masing-masing kepada Kepala BGN. Mereka juga mengemukakan berbagai hambatan yang dihadapi, dalam implementasi program tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.