Akurat

Kemarau Basah, Berkah untuk Petani Padi Tapi Berisiko untuk Cabai hingga Bawang

Rizky Dewantara | 21 Juni 2025, 11:16 WIB
Kemarau Basah, Berkah untuk Petani Padi Tapi Berisiko untuk Cabai hingga Bawang

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, musim kemarau tahun 2025 cenderung akan memiliki durasi yang lebih pendek dibandingkan dengan normalnya dengan sifat hujan di atas normal.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan kondisi curah hujan yang tetap tinggi selama periode kemarau membawa dua sisi konsekuensi yang harus dipahami dan disikapi secara tepat.

Di satu sisi, keberadaan hujan selama musim kemarau dapat menjadi berkah bagi para petani padi, karena pasokan air irigasi relatif tetap tersedia. Ini dapat mendukung kelangsungan masa tanam dan produksi pertanian.

Baca Juga: BMKG: Musim Kemarau 2025 Mundur dan Berdurasi Lebih Pendek

Namun, di sisi lain, peningkatan curah hujan di musim kemarau juga menimbulkan risiko terhadap pertanian hortikultura, yang pada umumnya lebih sensitif terhadap kondisi kelembapan tinggi.

Tanaman hortikultura seperti cabai, bawang, dan tomat, sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit akibat kelembaban berlebih.

"Kami mendorong petani hortikultura untuk mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan sistem drainase yang baik dan perlindungan tanaman yang memadai," ujar Dwikorita, melalui keterangannya, Sabtu (21/6/2025).

Selain itu, dia juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, untuk merespons dinamika iklim yang semakin tidak menentu.

"Kita tidak bisa lagi berpaku pada pola iklim lama. Perubahan iklim global menyebabkan anomali-anomali yang harus kita waspadai dan adaptasi harus dilakukan secara cepat dan tepat," ujarnya.

Dia menekankan, informasi prediktif dan analisis dari BMKG harus menjadi landasan dalam menyusun kebijakan dan strategi adaptasi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pengelolaan sumber daya air, hingga penanggulangan bencana.

Baca Juga: Kemarau Basah Diprediksi Bertahan hingga Agustus 2025, Ini Dampak dan Cara Mengantisipasinya

Dengan kerangka pemantauan atmosfer yang terus diperbarui secara real time, BMKG memastikan akan terus menyampaikan informasi iklim yang akurat, terukur, dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dia menegaskan, musim kemarau tahun ini bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang untuk menguji kemampuan adaptasi nasional terhadap dinamika iklim yang semakin kompleks.

"BMKG akan terus berkomitmen mendampingi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam membaca perubahan cuaca dan iklim dengan lebih presisi, agar setiap langkah ke depan bisa lebih bijak dan berbasis data," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.