Ricuh Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis: Mantan Menteri LHK Siti Nurbaya dan PBNU Ikut Diserang Sensasi Murahan

AKURAT.CO Di media sosial baru-baru ini beredar video berjudul Keluarga Perusak Raja Ampat. Isinya bernarasi tuduhan kepada eks Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar.
Konten yang disebarkan akun TikTok bernama @tanpadusta itu memuat tuduhan kepada mantan Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar, terkait penyalahgunaan lahan konservasi Raja Ampat Papua pada 2017.
Narasinya menyebut pengamanan langsung oleh Siti Nurbaya memungkinkan pemerintah mengeluarkan izin tambang tanpa melanggar hukum meskipun berada di kawasan konservasi.
Bahkan, anak dari Siti Nurbaya, Ananda Tohpati, ikut terseret dalam tuduhan tersebut. Disebutkan bahwa Ananda melakukan pengawasan operasi lima perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Raja Ampat.
Sebagai imbalan pengawasan, Ananda berhasil mengumpulkan donasi Rp55 miliar per bulan dari setiap perusahaan, total jumlahnya mencapai Rp275 miliar per bulan atau Rp3,3 triliun per tahun.
Uang itu, lanjut konten tersebut, disalurkan ke sejumlah jaringan politik. Salah satunya ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dengan donasi tersebut Ananda berhasil meraih dukungan menjadi Anggota DPR RI 2024-2029.
Koordinator Kemah Indonesia, Heru Purwoko, menanggapi isu tersebut melalui keterangan persnya, Sabtu (14/6/2025).
Baca Juga: Punya Kepengurusan Baru, Ingrid Harap Ipemi Ciptakan Banyak Pengusaha Baru
Menurut Heru, semua narasi video itu berisi fitnah untuk menyudutkan mantan Menteri LHK Siti Nurbaya, Ananda Tohpati dan PBNU.
“Pemilik akun TikTok @tanpadusta sedang mencari sensasi murahan, sengaja membuat kegaduhan untuk membuat semakin panas isu penambangan di Raja Ampat Papua,” ucap Heru.
Heru Purwoko juga meyakini bahwa selama 10 Tahun menduduki jabatan Menteri LHK di era Presiden Jokowi, Siti Nurbaya Bakar tidak pernah sekalipun 'aji mumpung' untuk menguntungkan keluarganya.
"Selama 10 tahun menjabat sebagai Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar dikenal sebagai sosok bersih dan lurus. Tidak pernah menyalahgunakan wewenang demi keluarga,” imbuh Heru.
Mengenai Ananda Tohpati, ia menyebut keberhasilannya terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai NasDem adalah hasil kerja keras sejak kegagalannya pada Pemilu Legislatif 2019.
Terkait aliran dana ke PBNU, ormas Islam terbesar di Indonesia itu sudah buka suara soal tudingan menerima aliran dana dari perusahaan tambang PT Gag Nikel di Raja Ampat.
Pada Jumat lalu, Bendahara Umum PBNU, Gudfan Arif, menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah yang sangat keji.
Gus Gudfan mengatakan pihaknya tidak memiliki hubungan dengan sosok Ananda Tohpati.
Baca Juga: Takuju Market Vol.2 Catat Omzet Hingga Rp2,1 Juta Per Hari, Gaungkan Semangat UMKM Lokal
Gus Gudfan juga menegaskan, posisi KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur sebagai komisaris di PT Gag Nikel adalah murni urusan pribadi, bukan mewakili PBNU.
"Kami bisa buktikan dengan data bahwa tidak ada dana dari tambang manapun yang mengalir ke PBNU, termasuk dari Ananda Tohpati,” terang Gus Gudfan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








