Komisi I DPR Segera Panggil Panglima TNI dan KSAD Terkait Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut

AKURAT.CO Komisi I DPR RI akan memanggil Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), serta jajaran komando teritorial terkait insiden ledakan gudang amunisi di Garut.
Ketua Komisi I, Utut Adianto, menyatakan langkah itu perlu untuk mengevaluasi sistem pengamanan dan pengawasan amunisi militer.
"Kita akan panggil Panglima, Pangdam, Danrem, hingga komandan lapangan. Tapi biarkan mereka dulu menyelesaikan pemakaman dan penanganan keluarga korban," ujar Utut kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, ditulis Kamis (15/5/2025).
Baca Juga: Komisi I DPR Minta TNI Evaluasi Menyeluruh SOP Pemusnahan Amunisi Kadaluarsa
Dia mengingatkan, tragedi seperti ini sudah terlalu sering terjadi. Dengan latar belakang itu, DPR akan mendorong perbaikan menyeluruh agar musibah serupa tidak berulang.
"Kalau keteledoran ini dibiarkan, potensi bahayanya bisa terjadi di mana-mana. Kemarin itu ada Kolonel, Mayor, bahkan warga sipil jadi korban. Ini tak bisa ditoleransi lagi," ucapnya.
Dia menjelaskan, evaluasi yang akan dilakukan DPR tidak hanya menyasar aspek teknis atau peraturan semata, tetapi juga menyentuh aspek budaya kerja dalam tubuh militer.
"Ini soal sikap. Dedicated to excellent. Jangan ceroboh. Kita bukan bicara aturan kosong, tapi bicara bagaimana aturan itu dijalankan dengan penuh tanggung jawab," kata mantan atlet catur itu.
Baca Juga: Mengenang Mayjen TNI Eddie Marzuki Nalapraya, Sang Pengelana Pembawa Pencak Silat ke Seluruh Dunia
Dia menilai pembenahan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, sebab berkaitan dengan kultur yang sudah mengakar. "Ini panjang, ini soal peradaban. Perlu generasi demi generasi untuk mengubahnya," lanjutnya.
Komisi I DPR juga akan mendorong TNI memastikan setiap gudang amunisi dijaga ketat dan tidak membahayakan warga sipil di sekitarnya. Dia juga membuka kemungkinan kunjungan langsung ke lokasi kejadian, sebagai bagian dari pengawasan parlemen.
"Kita akan ke sana jika memungkinkan. Tapi sekarang, kita biarkan dulu keluarga korban mendapatkan perlakuan terbaik. Kita semua berduka dan ingin ini menjadi yang terakhir," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








