Bill Gates Akan Tinjau Program MBG di Indonesia, Pemerintah Diminta Gaet Dukungan Global

AKURAT.CO Program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kian menjadi sorotan dunia.
Bukti nyatanya, Pendiri Microsoft dan filantropis dunia, Bill Gates, dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia pada Rabu (7/5/2025) untuk melihat langsung implementasi program ini.
Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai, momentum langka ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah untuk menggalang dukungan internasional, terutama dalam aspek pendanaan.
"Ini kesempatan emas. Pemerintah harus aktif menggalang dukungan global agar ke depan pendanaan MBG tidak semata bergantung pada APBN," ujar Iwan kepada wartawan, Selasa (6/5/2025).
Menurutnya, keberhasilan MBG dalam membangun ribuan dapur komunitas dan membuka ribuan lapangan kerja baru di berbagai pelosok tanah air telah memberikan dampak sosial yang signifikan.
Tidak mengherankan jika program ini menarik perhatian tokoh global sekelas Bill Gates.
“Program MBG telah menjadi simbol inovasi sosial di Indonesia. Ini bisa menjadi contoh inspiratif bagi dunia," lanjut Iwan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebelumnya mengungkapkan bahwa hingga awal Mei 2025, program MBG telah menjangkau lebih dari 3,5 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Dadan merinci, MBG telah disalurkan di 1.286 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi.
Program ini mencakup 19 kelompok sasaran, mulai dari anak-anak PAUD, pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Sampai hari ini sudah dilakukan Makan Bergizi Gratis pada 1.286 SPPG dan telah melayani penerima manfaat sebanyak 3.506.941 orang,” terang Dadan.
Kehadiran Bill Gates di Indonesia dinilai bisa membuka peluang besar bagi pemerintah untuk membangun jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga filantropi dunia.
Dukungan ini dapat memperkuat keberlanjutan program MBG dan mempercepat pencapaian target gizi nasional, terutama di daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Iwan Setiawan berharap pemerintah tidak sekadar menjadikan kunjungan ini sebagai seremoni, melainkan momentum strategis untuk membangun aliansi global demi memperluas dampak program MBG.
"Kalau kita bisa menunjukkan keberhasilan MBG secara nyata kepada dunia, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi model bagi negara-negara lain dalam membangun ketahanan gizi nasional," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









