Prabowo Masih Menanti Pertemuan dengan Donald Trump, Bahas Kebijakan Tarif AS

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengaku bahwa dirinya sudah meminta waktu untuk bertemu Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk berdialog mengenai kebijakan tarif resiprokal Amerika.
Sebagaimana diketahui, Indonesia adalah salah satu negara yang turut menjadi target atas kenaikan tarif tersebut. Adapun besaran tarif yang dikenakan kepada Indonesia awalnya, yaitu sebesar 32 persen.
Namun, kebijakan tersebut saat ini masih dalam masa penangguhan. Sehingga, barang-barang Indonesia yang masuk ke AS untuk sementara ini hanya dikenakan timbal balik sebesar 10 persen.
Baca Juga: Prabowo Harap China-AS Capai Kesepakatan: Keduanya Teman Baik Indonesia
Atas kebijakan agresif Trump dalam perdagangan global, Prabowo masih menantikan pertemuannya dengan Trump untuk bernegosiasi dan menemukan solusi terbaik diantara kedua negara.
"Saya sudah minta waktu (untuk bertemu Trump), mudah-mudahan ya," kata Prabowo, ditulis Sabtu (12/4/2025).
Sementara itu, Prabowo juga menyoroti situasi memanas yang tengah terjadi antara Amerika dan China. Dia berharap, kedua negara bisa menemukan solusi dan kesepakatan atas situasi perang dagang yang berlangsung.
Indonesia akan terus berada pada posisi netral, dan tidak memihak kepada salah satu pihak, baik China ataupun Amerika. Dia menganggap, kedua negara merupakan teman baik bagi Indonesia.
"Tidak, tidak. Kami menghormati semua negara. Kami menganggap China sebagai teman baik kami. Kami juga menganggap AS sebagai teman baik. Kami ingin menjadi jembatan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









