LAZNAS Salam Setara Gandeng Kitabisa Ajak Masyarakat Bangun Keluarga dan Bisnis Bernilai Ibadah

AKURAT.CO LAZNAS Salam Setara, mengajak masyarakat untuk merefleksikan bagaimana keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan kontribusi sosial dapat membawa keberkahan dalam hidup.
Mengingat, dalam kehidupan yang serba cepat dan kompetitif, banyak individu terjebak dalam kesibukan mencari nafkah hingga melupakan esensi keberkahan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.
Berkolaborasi dengan Kitabisa, Laznas Salam Setara menggelar acara inspiratif bertajuk 'A Path to Barakah: Keluarga Sakinah, Usaha & Karir Bernilai Ibadah', untuk melihat bahwa rezeki yang penuh berkah tidak hanya diukur dari jumlahnya, tetapi juga dari ketenangan, manfaat, dan dampak positif yang dihasilkan.
Baca Juga: Komitmen Kitabisa Wujudkan Tempat Kerja Inklusif dan Adil Bagi Ibu dan Perempuan
Peserta juga bisa mendapatkan wawasan tentang bagaimana menjaga keseimbangan dalam keluarga di tengah tekanan hidup modern.
Selain itu, acara ini juga akan mengupas bagaimana membangun usaha dan karir yang tidak hanya menguntungkan secara materi tetapi juga membawa keberkahan bagi pemilik, karyawan, dan masyarakat.
Dalam dunia bisnis, kesuksesan tidak hanya diukur dari profit, tetapi juga dari dampak sosial yang dihasilkan. Selain membahas keberkahan dalam rezeki, acara A Path to Barakah juga menggali lagi dan mengembalikan esensi Zakat dan wakaf untuk umat yang lebih kuat.
Direktur Eksekutif LAZNAS Salam Setara, Ahmad Mujahid, menyampaikan zakat dan wakaf bisa melindungi, mempersaudarakan, dan memberi akses yang setara untuk keluarga Muslim di Indonesia.
Sehingga, Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga instrumen ekonomi kebaikan yang dapat menciptakan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.
Baca Juga: PP Muhammadiyah Gandeng Kitabisa Luncurkan Program Sedekah Asuransi Jiwa Jaga WargaMu
"Semangat tersebut kami rangkum dalam Jaga+, sebuah program bantuan sosial tunai dari Kitabisa dan LAZNAS Salam Setara untuk melindungi warga di tengah ketidakstabilan ekonomi," jelasnya.
Dia menjelaskan, Jaga+ tidak selesai dengan hanya memberi bantuan, tapi juga memberikan pembinaan, pembangunan kapasitas, dan pemantauan.
Adapun, sampai saat ini program Jaga+ telah berhasil membantu lebih dari 100 keluarga, dengan 62,5 persen di antaranya mengalami peningkatan pendapatan, dan 80 persen sudah siap lepas dari program (menjadi Muzakki).
"Kami percaya, Zakat itu bisa menjadi perekat persaudaraan yang setara. Sehingga, harapannya tidak ada satupun keluarga dan saudara Muslim di Indonesia yang tertinggal," tuturnya.
A Path to Barakah adalah ruang refleksi bagi mereka yang ingin menemukan keseimbangan antara tanggung jawab dunia dan nilai-nilai spiritual.
Dia berharap, acara ini dapat membuka wawasan lebih banyak orang tentang makna keberkahan yang sesungguhnya. Bukan hanya dalam hal materi, tetapi juga dalam ketenangan jiwa, hubungan yang harmonis, serta manfaat yang terus mengalir kepada sesama.
"Semoga acara ini menjadi langkah kecil yang menginspirasi perubahan besar, di mana setiap individu dapat menjalani hidup dengan penuh kesadaran, meninggalkan warisan kebaikan, dan menciptakan dampak positif yang bertahan jauh melampaui usia mereka," Jelas Mujahid.
Dalam kesempatan ini, CEO Kitabisa Vikra Ijas, turut memperkenalkan SalingJaga, sebuah inisiatif gotong-royong berbentuk asuransi jiwa syariah yang berbasis solidaritas, yang membantu melindungi masyarakat sebelum musibah, dalam hal ini kematian, datang, dan juga bisa menjadi warisan kebaikan untuk sesama.
Sebab, kematian adalah hal yang pasti. Apabila dilihat dari sisi perencanaan keuangan, kematian itu tidak murah. Ada biaya-biaya kedukaan yang tidak terduga, seperti biaya administrasi, legal, kesehatan mental, dan sebagainya. Mayoritas keluarga menggunakan dana pribadi untuk membayar biaya kedukaan tersebut.
Baca Juga: Kitabisa Luncurkan Beasiswa Tunas di Mempawah, Fokus Pendidikan dan Pelestarian Lingkungan
Menurutnya, kematian kadang dianggap sebagai topik agama saja, padahal hal tersebut juga menyangkut pada sisi kesehatan buat keluarga yang ditinggalkan. Proses berduka tidak berakhir setelah 4-7 hari, bisa lebih dari enam bulan atau bahkan tidak sepenuhnya pergi dari diri kita.
"Sehingga, penting memiliki support system dalam merespon situasi duka. Lewat SalingJaga kami ingin menguatkan support system keluarga di kala suka dan duka," kata Vikra.
SalingJaga, ingin hadir dalam setiap fase kehidupan, mulai dari memberikan perlindungan bagi keluarga yang baru memulai kehidupan pernikahan, hingga memberikan santunan dan membantu prosesi pemakaman saat kehilangan orang tercinta.
"Ikut asuransi jiwa itu sebagai bentuk self-love, dengan niat untuk giving forward, memperluas support system, dan sebagai ikhtiar persiapan kematian," imbuhnya.
"Rasanya kita mungkin tidak pernah bisa siap untuk membicarakan soal persiapan kematian. Namun, bicara soal persiapkan kematian bisa sebagai langkah awal kita untuk mewariskan kebaikan," pungkas Vikra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







