Ada Efisiensi, Anggaran PSU Pilkada Turun Jadi Rp719 Miliar

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan anggaran untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 menjadi Rp719 miliar, turun dari perkiraan awal yang mencapai Rp1 triliun.
"Jadi totalnya Rp719 miliar, ini kami kira turun dari rapat lalu, lebih kurang Rp1 triliun lebih karena ada upaya melakukan efisiensi tersebut," kata Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR dan KPU, Bawaslu, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/3/2025).
Dia menjelaskan, total anggaran tersebut merupakan gabungan dari keperluan KPUD dan Bawaslu di 24 daerah, serta bagian keamanan dan ketertiban untuk TNI dan Polri.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Kampanye Akbar Sebelum PSU Pilkada Ditiadakan
"Dari hasil rekap yang kami lakukan ini rekap umumnya, ini dari KPUD ini kebutuhan anggarannya Rp429 miliar atau 59 persen lebih, total Bawaslu dari 24 pemda hasil putusan MK ini, PSU ya, ini Bawaslunya Rp158 miliar, TNI nya Rp38 miliar, Polri nya Rp91 miliar," jelasnya.
Sebagai informasi, anggaran ini dihasilkan dari APBD masing-masing kabupaten/provinsi, dan sebagian ditambah dari APBN untuk daerah yang masih kekurangan.
Sebelumnya, Komisi II DPR mengkalkulasi ajuan anggaran untuk pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 yang ternyata mencapai Rp1 triliun.
Baca Juga: KPU dan Bawaslu Diminta Efisien, Jangan Sampai PSU Memberatkan APBD
Wakil Ketua Komisi II DPR, Dede Yusuf, mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu telah mengajukan kisaran anggaran yang diperlukan untuk menggelar PSU di 24 daerah.
"KPU menyampaikan kurang lebih Rp496 miliar sekian. Bawaslu kurang lebih sekitar Rp215 (miliar) tambah kalau ada pilih kata ulangnya kurang lebih Rp250 (miliar) lah. Belum TNI dan Polri jika harus melakukan fungsi pengamanan," kata Dede usai rapat bersama Kemendagri dan penyelenggara Pemilu, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Jika ditotalkan dan dihitung kasar, Dede menyebut bahwa PSU membutuhkan dana sekitar Rp900 miliar hingga Rp1 triliun. "Tadi saya hitung kasar saja itu bisa mencapai Rp900 (miliar) sampai Rp1 triliun," ucap Dede.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








