Kasus Pagar Laut Tangerang, KKP Diminta Audit Tata Ruang Laut

AKURAT.CO Sanksi denda Rp48 miliar yang diberikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, kepada pelaku pembangunan pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, dinilai belum sepenuhnya melengkapi kerugian yang dialami.
Anggota Komisi IV Fraksi PKS, Riyono atau Riyono Caping, mengatakan pemerintah perlu melakukan audit tata ruang laut, untuk kerugian-kerugian yang dialami. Pemerintah bisa melibatkan kampus dan akademisi untuk melakukan audit tersebut.
"Perlu pengecekan ulang terhadap kerugian material dan immaterial dengan Audit Tata Ruang Laut secara independen," kata dia, Sabtu (1/3/2025).
Baca Juga: Potensi Laut Belum Tergarap! Menteri KKP Diminta Gaspol di Sektor Wisata dan Investasi
Riyono menjelaskan, bahwa audit tata ruang laut adalah suatu proses evaluasi dan penilaian terhadap pengelolaan dan penggunaan ruang laut. Dengan memastikan, bahwa pengelolaan dan penggunaan ruang laut telah sesuai dengan peraturan serta kebijakan yang berlaku tanpa merusak lingkungan laut.
"Tujuan Audit Tata Ruang Laut ialah memastikan kesesuaian dengan peraturan. Selain itu pengelolaan dan penggunaan ruang laut sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang berlaku," ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga perlu mengidentifikasi potensi konflik antara berbagai kegiatan yang dilakukan di ruang laut. Serta meningkatkan efisiensi pengelolaan ruang laut dengan mengidentifikasi area yang dapat dioptimalkan.
Terakhir, pemerintah harus melindungi lingkungan laut dari kerusakan yang dapat disebabkan oleh kegiatan manusia.
"KKP dengan peraturan yang sudah dikeluarkan, Permen KP no.30 tahun 2021 dan PP no.32 tahun 2019 memberikan ruang luas untuk bisa dibuka dengan terang benderang sampai aktor utamanya, amanatnya ada waktu 3 bulan buat membereskan," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







