Akurat

Ratusan Buruh Terancam PHK, Pabrik Sanken di Cikarang Akan Ditutup Juni 2025

Yusuf | 21 Februari 2025, 14:20 WIB
Ratusan Buruh Terancam PHK, Pabrik Sanken di Cikarang Akan Ditutup Juni 2025

AKURAT.CO Sebanyak ratusan pekerja menghadapi ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat rencana penutupan pabrik Sanken di Cikarang, Jawa Barat. Perusahaan elektronik asal Jepang ini telah mengonfirmasi bahwa mereka akan menghentikan seluruh aktivitas produksinya pada Juni 2025.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran dan PHK di Lingkungan Pemerintah

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Sanken Indonesia, Dedy Supriyanto, mengungkapkan bahwa sebanyak 459 tenaga kerja akan terdampak oleh keputusan ini. Sebagian besar dari mereka berada dalam rentang usia sekitar 40 tahun.

"Total ada 459 pekerja yang terkena dampak dari rencana penutupan ini, dengan mayoritas berusia 40 tahun," ujar Dedy pada Kamis (20/2/2025).

Saat ini, serikat pekerja masih melakukan negosiasi dengan pihak manajemen terkait kompensasi yang akan diberikan kepada karyawan yang terdampak.

Oleh karena itu, hingga kini, belum ada laporan resmi yang diajukan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengenai rencana PHK tersebut.

"Kami masih dalam tahap pembicaraan dengan perusahaan, jadi belum ada pengaduan yang kami ajukan ke Kemnaker," jelas Dedy.

Tanggapan dari Kementerian Ketenagakerjaan

Menanggapi kabar ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengonfirmasi bahwa mereka belum menerima laporan resmi mengenai penutupan Pabrik Sanken di Cikarang.

"Sampai saat ini, kami belum menerima pengaduan terkait rencana PHK di Sanken," ujar Indah Anggoro Putri, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker.

Baca Juga: PT Sanken Argadwija Tegaskan Tetap Beroperasi, Bukan Bagian dari Pabrik yang Tutup di Cikarang

Indah mengimbau agar pihak perusahaan segera melaporkan jika memang keputusan PHK ini tak terhindarkan. Ia juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan bagi perusahaan dan serikat pekerja untuk menyelesaikan permasalahan ini secara mandiri sebelum intervensi dari pemerintah.

"Kami akan memberikan ruang bagi perusahaan untuk menangani persoalan ini terlebih dahulu," tambahnya.

Alasan di Balik Penutupan Pabrik Sanken

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Setia Diarta, menjelaskan bahwa penutupan pabrik Sanken di kawasan industri MM2100, Cikarang, merupakan keputusan dari perusahaan induk di Jepang.

"Berdasarkan data di OSS, penutupan ini akan dilakukan pada Juni 2025," ungkap Setia.

Menurutnya, keputusan ini diambil karena perusahaan ingin memindahkan lini produksinya kembali ke Jepang untuk fokus pada industri semikonduktor.

Selain itu, pabrik di Cikarang yang berbasis investasi asing (PMA) ini telah mengalami penurunan produksi secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, Setia menilai bahwa pihak Sanken telah menunjukkan itikad baik dengan melaporkan rencana penutupan ini jauh sebelum produksi benar-benar dihentikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R