Akurat

Cek Kesehatan Gratis Dimulai 10 Februari, 400 Puskesmas Masih Belum Punya Akses Internet

Ahada Ramadhana | 7 Februari 2025, 20:27 WIB
Cek Kesehatan Gratis Dimulai 10 Februari, 400 Puskesmas Masih Belum Punya Akses Internet

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes), masih menemukan sejumlah masalah menjelang dimulainya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 10 Februari 2025.

Staf Ahli Bidang teknologi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Setiaji, mengatakan salah satu masalahnya adalah sebanyak 400 Puskesmas di Indonesia belum memiliki akses internet memadai.

"Dari total 10.000 lebih puskesmas di Indonesia, 400an Puskesmas memiliki isu terkait dengan internet," kata Setiaji, dalam jumpa pers di Kantor Kemenkes, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2025).

Baca Juga: Syarat dan Cara Dapat Cek Kesehatan Gratis Mulai Februari 2025, Ada Berbagai Jenis Layanan dari Bayi hingga Lansia!

Untuk itu, Kemenkes akan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menyiapkan akses internet di puskesmas, guna memaksimalkan program skrining kesehatan gratis ini.

Dia menjelaskan, selain menggunakan internet pihaknya juga menyiapkan sistem offline untuk puskesmas nantinya dapat menginput data. Setelahnya, data yang diinput akan di sinkronisasi dengan data yang tersedia di Kemenkes.

"Jadi tanpa internet tetap bisa input secara offline. Kemudian di sinkronisasikan dengan data base di sistem kami. Dua hal itu yang kami lakukan untuk mengantisipasi," jelasnya.

Dia pun mengingatkan, agar masyarakat untuk tetap mendaftarkan diri melalui online melalui aplikasi SatuSehat Mobile.

"Jadi ada dua sistem yang digunakan, satu untuk masyarakat yang menggunakan Satu Sehat Mobile dan satunya lagi di input hasilnya menggunakan sistem Satu Sehat," tegasnya.

Sebagai informasi, program cek kesehatan gratis akan mulai dijalankan pada 10 Februari 2025 di Puskesmas dan klinik-klinik, yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Dimulai 10 Februari: Cara Daftar dan Pemeriksaan yang Dapat Diakses

Program ini dirancang untuk mencakup seluruh populasi Indonesia, dari bayi baru lahir hingga lansia. Pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap, dengan mekanisme yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia.

Masyarakat yang ingin mengikuti program ini diminta untuk mengunduh aplikasi Satu Sehat. Lalu, pemohon dapat mengisi biodata diri, memilih tanggal pemeriksaan, dan mendapatkan tiket pemeriksaan. Setelah mendaftar dan mengaktifkan kepesertaan JKN, masyarakat akan menerima notifikasi dari aplikasi terkait jadwal pemeriksaan.

Dokumen yang perlu dibawa saat pemeriksaan di FKTP, antara lain identitas diri seperti KTP atau kartu keluarga (KK), buku kartu identitas anak (KIA) untuk balita dan anak prasekolah, tiket pemeriksaan dari aplikasi atau WhatsApp, serta formulir kuesioner skrining mandiri yang telah diisi sebelumnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.